Pemilihan gigi bergantung pada kondisi jalan, sehingga turunan yang semakin curam atau panjang membutuhkan penggunaan gigi yang lebih rendah untuk membantu mengendalikan kecepatan.
Tidak ada satu angka gigi yang berlaku untuk seluruh kendaraan karena karakter mesin, transmisi, bobot kendaraan, dan kondisi jalan dapat berbeda.
Pada mobil matik konvensional, posisi selain D seperti D3, 2, atau L dapat digunakan untuk memberikan efek engine brake tambahan ketika melewati turunan curam.
Posisi tersebut membuat mesin bekerja pada putaran yang lebih tinggi sehingga efek penahanan laju kendaraan dapat menjadi lebih kuat dibandingkan penggunaan posisi D biasa.
Sementara pada mobil dengan transmisi CVT, mode L, B, atau S dapat digunakan untuk menciptakan efek penahanan laju yang serupa dengan penggunaan gigi rendah.
Meski CVT tidak memiliki gigi fisik bertingkat seperti transmisi manual, setiap kendaraan dapat memiliki cara kerja mode rendah yang berbeda.
Karena itu, pengemudi perlu memahami fungsi setiap posisi transmisi pada kendaraan masing-masing sebelum menggunakannya ketika melewati turunan panjang.
Penurunan gigi secara mendadak pada kecepatan tinggi juga perlu dihindari karena dapat membuat putaran mesin meningkat tajam dan memengaruhi traksi kendaraan.
Kapan Sebaiknya Digunakan
Engine brake paling relevan digunakan ketika kendaraan melewati turunan panjang, turunan curam, membawa muatan berat, atau melintasi permukaan jalan yang licin.
Kondisi tersebut penting diperhatikan pada perjalanan melalui kawasan pegunungan Toraja yang memiliki ruas jalan dengan karakter permukaan berbeda-beda.
Permukaan jalan berupa kerikil atau tanah juga dapat menjadi lebih licin ketika basah sehingga pengemudi perlu mengendalikan kecepatan sejak sebelum memasuki bagian turunan.
Pada jalan berliku setelah turunan, pengemudi sebaiknya menurunkan kecepatan terlebih dahulu sebelum memasuki tikungan untuk menjaga kendaraan tetap terkendali.
Mengerem sambil membelok tajam dapat meningkatkan risiko kendaraan kehilangan traksi, terutama ketika permukaan jalan memiliki kondisi yang kurang ideal.
Kehadiran tikungan buta di sejumlah bagian jalan pegunungan Toraja membuat pengemudi perlu mengantisipasi perubahan arah dan kecepatan sejak lebih awal.

