Kronologi Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Gunung Anak Krakatau

Tim Rescue USS Pandeglang kemudian bergerak menggunakan RIB 02 Banten menuju lokasi terakhir kontak rombongan.

Penyisiran dilakukan ke arah Krakatau serta sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi kapal.

“Tim kemudian melakukan penyisiran menuju arah Krakatau dan sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speed boat,” kata Amrad.

Penyisiran juga dilakukan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Namun, hingga operasi tersebut berakhir sekitar pukul 18.00 WIB, tim belum menemukan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

KN SAR Tetuka Dikerahkan

Operasi pencarian kemudian diperkuat dengan pengerahan KN SAR Tetuka 247. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan BBJ menuju lokasi kejadian sambil melakukan penyisiran dan pemantauan visual sepanjang rute pencarian.

Pada pukul 21.05 WIB, KN SAR Tetuka tiba di perairan Sangiang. Kapal sempat akan lego jangkar, tetapi rencana tersebut tidak dapat dilakukan karena kondisi arus yang cukup kencang.

KN SAR Tetuka kemudian bergerak menuju Pelabuhan Ciwandan sambil tetap melakukan penyisiran dan pemantauan visual. Namun, pencarian hingga saat itu belum membuahkan hasil.

BACA JUGA:  Kronologi Mobil Bawa Satu Keluarga Terjun ke Jurang 200 Meter di Enrekang, Sopir Diduga Mengantuk

Kapal tersebut tiba dan berhasil sandar dengan aman di Dermaga Pelabuhan Ciwandan sekitar pukul 22.12 WIB.

Selanjutnya, pada pukul 22.46 WIB, Tim SAR Gabungan menggelar briefing untuk mengevaluasi pencarian.

Hasilnya, operasi SAR terhadap delapan orang di dalam kapal Arupadhatu 1 diputuskan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026).

“Tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Amrad dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Hingga pencarian hari pertama berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun lima jurnalis dan tiga awak yang berada dalam rombongan tersebut.

Tim Rescue USS Pandeglang kemudian bergerak menggunakan RIB 02 Banten menuju lokasi terakhir kontak rombongan.

Penyisiran dilakukan ke arah Krakatau serta sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi kapal.

“Tim kemudian melakukan penyisiran menuju arah Krakatau dan sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speed boat,” kata Amrad.

Penyisiran juga dilakukan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Namun, hingga operasi tersebut berakhir sekitar pukul 18.00 WIB, tim belum menemukan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

KN SAR Tetuka Dikerahkan

Operasi pencarian kemudian diperkuat dengan pengerahan KN SAR Tetuka 247. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan BBJ menuju lokasi kejadian sambil melakukan penyisiran dan pemantauan visual sepanjang rute pencarian.

Pada pukul 21.05 WIB, KN SAR Tetuka tiba di perairan Sangiang. Kapal sempat akan lego jangkar, tetapi rencana tersebut tidak dapat dilakukan karena kondisi arus yang cukup kencang.

KN SAR Tetuka kemudian bergerak menuju Pelabuhan Ciwandan sambil tetap melakukan penyisiran dan pemantauan visual. Namun, pencarian hingga saat itu belum membuahkan hasil.

BACA JUGA:  61 Penerbangan Makassar-Jakarta Terpantau di Bandara Sultan Hasanuddin Hari Ini

Kapal tersebut tiba dan berhasil sandar dengan aman di Dermaga Pelabuhan Ciwandan sekitar pukul 22.12 WIB.

Selanjutnya, pada pukul 22.46 WIB, Tim SAR Gabungan menggelar briefing untuk mengevaluasi pencarian.

Hasilnya, operasi SAR terhadap delapan orang di dalam kapal Arupadhatu 1 diputuskan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026).

“Tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Amrad dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Hingga pencarian hari pertama berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun lima jurnalis dan tiga awak yang berada dalam rombongan tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru