Karena itu, menurut Abdurrahim, solidaritas kepada Palestina seharusnya diwujudkan melalui bantuan kemanusiaan yang terukur, diplomasi perdamaian, pendidikan masyarakat serta dukungan terhadap upaya internasional yang dapat menghentikan siklus kekerasan dan menjamin keadilan bagi korban.
Ia menegaskan bahwa optimisme terhadap masa depan Palestina harus tetap dipelihara tanpa kehilangan orientasi utama pada perdamaian, persatuan dan perlindungan kehidupan manusia.
Di balik seratus jenazah yang akhirnya dikeluarkan dari reruntuhan Al-Zaytoun, Gaza meninggalkan pertanyaan yang lebih besar kepada dunia: berapa lama ribuan keluarga lainnya harus menunggu sebelum orang-orang tercinta mereka ditemukan, diidentifikasi dan memperoleh hak terakhir untuk dimakamkan secara bermartabat? (Ali)

