SulawesiPos.com – Duka menyelimuti keluarga Mozza Axillia Gunarsa di Dusun Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, setelah pencarian lebih dari setahun berakhir dengan kabar tragis, Jumat (4/9/2026).
Mozza, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 28 Juni 2025, ditemukan meninggal dunia dan diduga menjadi korban pembunuhan.
Kabar penemuan jasad Mozza datang setelah polisi menangkap seorang pria asal Blora berinisial MDVA atau MDVS yang diduga sebagai pelaku.
Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di kawasan lereng atau jurang dekat Jalan Tol Jangli, Kota Semarang.
Di rumah duka, keluarga dan warga berdatangan untuk memberi dukungan kepada keluarga korban.
Kakek Mozza, Ngadirin, mengaku sempat merasakan firasat tidak enak sebelum kabar penemuan jasad cucunya sampai ke keluarga.
“Pikiran saya tidak enak sejak tadi malam. Punya firasat. Kepikiran cucu saya di mana, kok tidak pulang-pulang.”
“Karena pikiran tidak enak, saya salat tahajud,” kata Ngadirin saat ditemui di kediamannya, Jumat (4/9/2026).
Ngadirin mengatakan perasaan tidak enak itu masih muncul saat dirinya melayat ke rumah warga yang meninggal.
“Habis layat, saya ada firasat nggak enak pas di tempatnya orang meninggal,” tuturnya.
Cucu Pertama yang Dikenang Baik dan Pintar
Ngadirin menyebut Mozza sebagai cucu pertama yang dikenal baik dan pintar oleh keluarga.
Sebelum menghilang, Mozza diketahui sudah diterima untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Diponegoro atau Undip.
“Mozza itu baik, pintar. Daftar Undip diterima. Cuma orangnya tidak ada,” tuturnya.
Dalam keterangan lain, Ngadirin juga mengatakan perasaannya terus tidak tenang sebelum kabar duka tersebut datang.
“Saat itu saya juga merasa tidak enak, seperti kepikiran terus. Setelah jenazah tiba nanti langsung dimakamkan,” ujarnya.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang pertama kali menyampaikan kabar bahwa Mozza telah ditemukan.
Namun, suasana rumah mendadak ramai setelah kabar itu menyebar di lingkungan keluarga dan warga.
“Saya tidak tahu ditemukan kapan, tiba-tiba rumah sudah ramai,” katanya.
Harapan Ayah yang Berakhir Duka
Sebelum kasus ini terungkap, ayah Mozza, Singgih Ditya Gunarsa, sempat berkali-kali menyampaikan harapan agar putrinya pulang.
Saat pencarian masih berlangsung pada Juli 2026, Singgih menyampaikan pesan yang menggambarkan kerinduan keluarga kepada Mozza.
“Mozza, pulang ya nak, kita kumpul lagi dan bersama-sama di rumah,” ucap Singgih dengan suara bergetar, Kamis (9/7/2026).
Singgih saat itu juga menceritakan pesan terakhir Mozza sebelum meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025.
Dalam pesan itu, Mozza berpamitan hendak mengantarkan laptop ke kawasan Kodam bersama seorang rekannya.
“Yah, kakak keluar sm mbak ayuk ke rmh tmn mbk ayu yang dikodam. Nganter laptop mau dipinjam teman mbk ayuk,” tulis Mozza dalam pesan terakhirnya.
Singgih mengaku saat itu tidak langsung curiga karena Mozza berpamitan dengan baik.
“Memang pamit, tetapi ternyata dia pergi sendiri, tidak bawa laptop. Padahal biasanya dia tidak pernah seperti itu. Setiap kali keluar rumah, dia selalu mengirim foto ke saya,” kata Singgih.
Kecurigaan keluarga mulai muncul ketika ponsel Mozza tak lagi bisa dihubungi pada malam hari.
“Magrib itu ponselnya masih aktif, namun setelah itu (waktu Isya) sudah tidak bisa dihubungi,” ujarnya.
Warga Siapkan Pemakaman
Ketua RT 04/RW 01 Dusun Gebugan, Suryanto, mengatakan informasi awal mengenai penemuan jenazah Mozza diterima pada Jumat sore.
“Tahunya tadi jam 5 saya ditelepon sama tetangga ada penemuan kerangka tapi tidak boleh menjelaskan di lingkungan dulu karena belum pasti. Tapi di Polrestabes Semarang ada Mas Singgih (ayah Mozza) nelpon ternyata sudah pasti, sudah fix,” ujar Suryanto di rumah duka, Jumat (4/9/2026).
Setelah kepastian itu diterima, warga mulai menyiapkan pemakaman di makam desa.
“Ini langsung dimakamkan kalau sudah pulang di Makam Sepringgitan di Dusun Gebugan,” ungkap Suryanto.
Suryanto menyebut keluarga sebelumnya tetap berharap Mozza ditemukan dalam kondisi apa pun setelah setahun pencarian.
“Keluarga mas Singgih sebelumnya tetap berharap Mozza ditemukan, namun karena kondisinya begini saya harap semua ikhlas,” imbuhnya.
Di sisi lain, polisi menyatakan penyelidikan mengarah pada dugaan pembunuhan setelah terduga pelaku diamankan di Blora.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, dari interogasi awal, terduga pelaku mengakui perbuatannya.
“Dari interogasi awal, terduga pelaku MDVS (22) melakukan pembunuhan pada 25 Juni 2025,” ungkapnya.
Polisi masih melakukan pendalaman perkara dan pemeriksaan forensik untuk memastikan seluruh proses pembuktian.

