Hasrul Hasan, Putra Makassar Pimpin KPI Pusat Periode 2026-2029

SulawesiPos.com – Putra asli kelahiran Makassar, Muhammad Hasrul Hasan, terpilih sebagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2026-2029 bersama Evri Rizqi sebagai sekretaris. Hasrul memiliki rekam jejak sebagai insan penyiaran asal Sulawesi Selatan sebelum berkiprah di level nasional.

Hasrul dikenal sebagai mantan jurnalis di sejumlah media di Makassar, mulai Harian Berita Kota Makassar, Global TV, hingga Celebes TV. Latar itu membuat kiprahnya di KPI Pusat dinilai berangkat dari pengalaman lapangan di dunia jurnalistik dan penyiaran.

Selain dikenal sebagai praktisi media, Hasrul juga tercatat sebagai alumnus Universitas Hasanuddin dan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dalam proses seleksi calon anggota KPI Pusat 2026-2029, namanya termasuk dalam sembilan figur yang disetujui DPR RI untuk mengisi komposisi baru lembaga tersebut.

Rapat paripurna DPR RI pada Selasa (21/7/2026) menyetujui sembilan nama calon anggota KPI Pusat periode 2026-2029 setelah mereka melewati uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI. Salah satu nama yang disahkan adalah Muhammad Hasrul Hasan.

BACA JUGA:  Patroli Dini Hari Tekan Aksi Jalanan, Polisi Sapu Bersih Geng Motor dan Balap Liar di Makassar

Dalam daftar itu, Hasrul bergabung bersama Tulus Santoso, Andi Sukmono, Fuji Samantha, Widhie Kurniawan, Aliyah, Evri Rizqi Monarshi, Analisa, dan Amin Shabana. Tiga nama calon pengganti antarwaktu yang juga disetujui DPR ialah Ahmad Farikul Badi’, Sutjiati Eka Tjandrasari, dan Henry Sianipar.

Sorotan terhadap Hasrul menguat karena ia merupakan figur asal Makassar yang lama berkecimpung di dunia media sebelum menapaki jalur regulator penyiaran. Sebelum dikenal di tingkat pusat, ia juga pernah menjabat Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan.

Komposisi baru KPI Pusat periode 2026-2029 diharapkan melanjutkan tugas pengawasan penyiaran nasional di tengah perubahan lanskap media yang makin digital.

Kehadiran Hasrul dalam struktur baru itu sekaligus menambah representasi putra daerah Sulawesi Selatan di lembaga negara bidang penyiaran.

SulawesiPos.com – Putra asli kelahiran Makassar, Muhammad Hasrul Hasan, terpilih sebagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2026-2029 bersama Evri Rizqi sebagai sekretaris. Hasrul memiliki rekam jejak sebagai insan penyiaran asal Sulawesi Selatan sebelum berkiprah di level nasional.

Hasrul dikenal sebagai mantan jurnalis di sejumlah media di Makassar, mulai Harian Berita Kota Makassar, Global TV, hingga Celebes TV. Latar itu membuat kiprahnya di KPI Pusat dinilai berangkat dari pengalaman lapangan di dunia jurnalistik dan penyiaran.

Selain dikenal sebagai praktisi media, Hasrul juga tercatat sebagai alumnus Universitas Hasanuddin dan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dalam proses seleksi calon anggota KPI Pusat 2026-2029, namanya termasuk dalam sembilan figur yang disetujui DPR RI untuk mengisi komposisi baru lembaga tersebut.

Rapat paripurna DPR RI pada Selasa (21/7/2026) menyetujui sembilan nama calon anggota KPI Pusat periode 2026-2029 setelah mereka melewati uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI. Salah satu nama yang disahkan adalah Muhammad Hasrul Hasan.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini, 9 Juli 2026: Waspada Angin Kencang di Wilayah Selatan

Dalam daftar itu, Hasrul bergabung bersama Tulus Santoso, Andi Sukmono, Fuji Samantha, Widhie Kurniawan, Aliyah, Evri Rizqi Monarshi, Analisa, dan Amin Shabana. Tiga nama calon pengganti antarwaktu yang juga disetujui DPR ialah Ahmad Farikul Badi’, Sutjiati Eka Tjandrasari, dan Henry Sianipar.

Sorotan terhadap Hasrul menguat karena ia merupakan figur asal Makassar yang lama berkecimpung di dunia media sebelum menapaki jalur regulator penyiaran. Sebelum dikenal di tingkat pusat, ia juga pernah menjabat Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan.

Komposisi baru KPI Pusat periode 2026-2029 diharapkan melanjutkan tugas pengawasan penyiaran nasional di tengah perubahan lanskap media yang makin digital.

Kehadiran Hasrul dalam struktur baru itu sekaligus menambah representasi putra daerah Sulawesi Selatan di lembaga negara bidang penyiaran.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru