Dalam proses tersebut, pemohon dapat diminta melengkapi sejumlah dokumen pendukung sesuai kebutuhan sistem.
Setelah seluruh data dan dokumen diunggah, proses pengajuan ditutup dengan verifikasi wajah.
Tahapan ini menjadi bagian dari autentikasi pemohon sebelum sistem menerbitkan nomor pengajuan.
NIK Saja Tidak Cukup untuk Login
Penerapan biometrik membuat proses akses Portal Perlinsos menjadi lebih ketat dibandingkan sekadar memasukkan data identitas.
Pengguna perlu memastikan IKD telah aktif, mengetahui PIN yang digunakan, serta memiliki perangkat dengan kamera yang dapat berfungsi dengan baik.
Integrasi dengan data kependudukan juga dimaksudkan untuk memastikan identitas yang digunakan dalam layanan benar-benar berkaitan dengan pemiliknya.
Selain dokumen kependudukan, dalam pengajuan pembaruan data masyarakat dapat diminta melampirkan dokumen pendukung lainnya, termasuk KTP, KK, informasi pelanggan listrik jika diperlukan, serta foto kondisi rumah dengan informasi lokasi sesuai ketentuan sistem.
Tips Agar Scan Wajah Tidak Gagal
Proses pemindaian wajah dapat mengalami kendala apabila kamera atau kondisi lingkungan tidak mendukung.
Agar verifikasi berjalan lebih lancar, pengguna sebaiknya melakukan pemindaian di tempat dengan pencahayaan cukup. Dengan cara sebagai berikut:
- Hindari posisi membelakangi sumber cahaya karena wajah dapat menjadi terlalu gelap dan sulit terbaca kamera
- Kamera depan juga perlu dibersihkan terlebih dahulu agar hasil pemindaian tidak buram
- Saat proses berlangsung, pengguna sebaiknya tidak mengenakan masker, kacamata hitam, atau penutup kepala yang menghalangi bagian utama wajah
- Jika sistem memberikan instruksi untuk berkedip, menoleh, atau melakukan gerakan tertentu, ikuti arahan tersebut secara perlahan hingga proses selesai
Dengan penerapan verifikasi wajah ini, akses layanan perlindungan sosial semakin mengandalkan pencocokan identitas digital dan biometrik, bukan hanya data administratif yang dimasukkan pengguna.

