Ia juga mengaku mulai merasa asing dengan suaranya sendiri setelah identitas vokal yang selama ini menjadi bagian dari dirinya direplikasi begitu mudah.
“Dulu, suara adalah bagian dari diri saya. Tapi sekarang, rasanya suara itu bukan lagi milik saya sepenuhnya,” kata Shen.
Untuk melawan penyalahgunaan itu, Shen bersama istrinya, Wei Yiyuan, mulai mengumpulkan bukti, mendokumentasikan video, mengambil tangkapan layar, melaporkan akun ke platform, dan menyiapkan gugatan hukum.
Meski begitu, laporan KompasTekno menyebut para pengisi suara yang menjadi korban hingga kini masih belum memiliki cara yang efektif dan mudah diakses untuk mencegah rekaman mereka diambil, dipelajari, lalu dipakai mengkloning suara mereka.

