“Kalau saya kembali menjadi mahasiswa hari ini, saya akan memilih bisnis berbasis teknologi digital, termasuk kendaraan listrik. Masa depan dunia akan bergerak ke sana dan Indonesia memiliki sumber daya yang besar untuk mendukungnya,” ungkapnya.
Amran menegaskan kemajuan pertanian Indonesia tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kontribusi perguruan tinggi, peneliti, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap mahasiswa menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi pembangunan pertanian Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

