Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut bahkan menyinggung ruang jenazah ketika merespons keluhan soal belum tersedianya kamar.
“Kalo full, mau dipindahkan kemana? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak. BPJS yg make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini,” komentar dokter Beni.
Komentar tersebut kemudian memicu kritik luas.
Beni selanjutnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial. Ia mengaku menyesali tulisannya, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal, serta menyatakan siap menerima konsekuensi atas tindakannya.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di Threads. Saya juga menyampaikan turut berdukacita kepada pemilik utas yaitu almarhum Yurizal. Saya berdoa semoga segenap keluarga diberikan penghiburan,” kata Beni.
“Saya bertanggung jawab penuh atas segala tulisan yang saya buat. Dan jika pun nanti ada proses hukum, saya akan mengikutinya tanpa pembelaan ataupun menyewa pengacara, itu tidak, tidak akan. Dan saya juga siap menerima konsekuensi dari Rumah Sakit, dari IDI, MKEK, pengadilan ataupun instansi lain,” lanjut dia.
2. Hilda Clarissa Theopilus
Tenaga kesehatan berikutnya yakni Hilda Clarissa Theopilus yang bekerja di RSUD Umbu Rara Meha, NTT.
Ia juga memberikan komentar terkait keluhan Yurizal mengenai ruang rawat inap yang belum tersedia. Dalam komentarnya, Hilda menyinggung bahwa kamar jenazah merupakan ruangan yang selalu kosong.
“Ya itu artinya kamarnya full diisi sama orang sakit, semuanya sakit bukan cuma lo doang. Bukan masalah BPJS atau nggaknya, ruangannya penuh. Yang selalu kosong ada noh, kamar jenazah,” tulis dia.
Setelah komentar tersebut menjadi sorotan, Hilda mengunggah permintaan maaf melalui media sosial.
“Kadang satu reaksi yang lahir dari emosi bisa mengundang seribu reaksi lain. Akhirnya, semua saling menyakiti dan sama-sama menjadi jahat. Maaf ya semua.” ucapnya.
3. dr Elda Putri Rahardini
Komentar lain datang dari dr Elda Putri Rahardini yang disebut merupakan alumni universitas ternama dan penerima beasiswa LPDP.

