Menurutnya, informasi awal dari petugas keamanan hanya menyebut arah kedatangan kelompok penyerang berasal dari kawasan kampus Fakultas Bahasa dan Sastra.
Soal motif, pihak kampus juga belum memberikan kepastian. Informasi sementara yang diterima mengarah pada dugaan ketersinggungan antara mahasiswa Jurusan Geografi dan mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Sastra. Namun, pihak fakultas menegaskan hal itu masih perlu dibuktikan penyidik.
FMIPA UNM menyatakan memiliki rekaman CCTV dan video pendek yang merekam situasi saat kejadian. Pihak fakultas berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak terulang di lingkungan kampus.
Usai kejadian, pihak fakultas juga meminta mahasiswa tidak melakukan aksi balasan agar situasi tidak semakin memburuk. Menurut mereka, penanganan kasus sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Hingga saat ini, aparat kepolisian dari Polsek Tamalate masih berjaga-jaga di sekitar kampus UNM Parang Tambung.

