Meski demikian, usia kapal tidak serta-merta menjadi penyebab terjadinya insiden.
Kapal niaga maupun kapal penumpang tetap dapat dioperasikan selama memenuhi persyaratan kelaiklautan, menjalani inspeksi berkala, dan memperoleh sertifikat keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya pengawasan rutin terhadap armada Ro-Ro yang melayani angkutan penumpang dan logistik dalam satu pelayaran.
Jalur Surabaya-Makassar menjadi salah satu lintasan strategis karena menopang mobilitas masyarakat sekaligus distribusi barang ke kawasan timur Indonesia.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar sekitar pukul 09.45 WIB saat berlayar menuju Makassar.
Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi lebih dahulu melakukan penyelamatan terhadap penumpang sebelum armada SAR gabungan tiba dan mengambil alih operasi.
Hingga Senin, 3 Agustus 2026, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Sementara itu, insiden tersebut kembali mengingatkan pentingnya pengawasan keselamatan pelayaran, khususnya terhadap kapal-kapal yang memegang peran vital dalam transportasi penumpang dan distribusi logistik antarpulau.

