Mentan Amran Siapkan Bibit dan Olah Lahan Gratis untuk Pesantren, Dorong Kemandirian Pangan

Ia mengatakan langkah itu juga bisa membuka ruang ekonomi baru, memperluas kegiatan produktif umat, dan memperkuat kemandirian masyarakat berbasis lembaga keagamaan.

Dalam forum yang sama, Amran juga memaparkan strategi hilirisasi komoditas pertanian agar manfaat pembangunan tidak berhenti di level produksi.

Ia menyebut hilirisasi pada sawit, minyak goreng, ayam, dan telur penting untuk meningkatkan nilai tambah yang langsung dirasakan masyarakat.

Menurut dia, pembangunan pertanian juga terus diperluas di Papua sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan penguatan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang semula difokuskan di Papua Selatan kini disebut berkembang ke wilayah lain di Tanah Papua karena permintaan masyarakat terus meningkat.

“Kami sudah membangun sawah baru dan optimalisasi lahan sekitar 138 ribu hektare. Awalnya hanya di Papua Selatan, tetapi sekarang Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya juga meminta program yang sama,” katanya.

BACA JUGA:  Track Record Mentan Amran Jebloskan Mafia Pangan: 77 Tersangka, Puluhan Kasus Terungkap hingga Bersih-bersih Internal Kementan

Papua dan Hilirisasi Masuk Agenda Lanjutan

Amran menegaskan pengembangan lahan pertanian di Papua dijalankan di atas lahan milik negara maupun masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, target utamanya adalah meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan warga setempat.

“Saudara-saudara kita di Papua juga membutuhkan kesejahteraan. Mereka justru meminta tambahan lahan pertanian agar bisa meningkatkan kehidupan mereka. Itu yang terus kita dorong,” ujarnya.

Ia menambahkan antusiasme masyarakat terlihat dari permintaan kepala suku yang meminta perluasan program cetak sawah di wilayah mereka.

Menurut Amran, sinyal itu menunjukkan pertanian dipandang sebagai jalur percepatan kesejahteraan yang layak diperkuat pemerintah.

Ia mengatakan langkah itu juga bisa membuka ruang ekonomi baru, memperluas kegiatan produktif umat, dan memperkuat kemandirian masyarakat berbasis lembaga keagamaan.

Dalam forum yang sama, Amran juga memaparkan strategi hilirisasi komoditas pertanian agar manfaat pembangunan tidak berhenti di level produksi.

Ia menyebut hilirisasi pada sawit, minyak goreng, ayam, dan telur penting untuk meningkatkan nilai tambah yang langsung dirasakan masyarakat.

Menurut dia, pembangunan pertanian juga terus diperluas di Papua sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan penguatan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang semula difokuskan di Papua Selatan kini disebut berkembang ke wilayah lain di Tanah Papua karena permintaan masyarakat terus meningkat.

“Kami sudah membangun sawah baru dan optimalisasi lahan sekitar 138 ribu hektare. Awalnya hanya di Papua Selatan, tetapi sekarang Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya juga meminta program yang sama,” katanya.

BACA JUGA:  Bahlil: Presiden Perintahkan Percepat Hilirisasi dan Energi Terbarukan, Investasi Baru Tembus Rp239 Triliun

Papua dan Hilirisasi Masuk Agenda Lanjutan

Amran menegaskan pengembangan lahan pertanian di Papua dijalankan di atas lahan milik negara maupun masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, target utamanya adalah meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan warga setempat.

“Saudara-saudara kita di Papua juga membutuhkan kesejahteraan. Mereka justru meminta tambahan lahan pertanian agar bisa meningkatkan kehidupan mereka. Itu yang terus kita dorong,” ujarnya.

Ia menambahkan antusiasme masyarakat terlihat dari permintaan kepala suku yang meminta perluasan program cetak sawah di wilayah mereka.

Menurut Amran, sinyal itu menunjukkan pertanian dipandang sebagai jalur percepatan kesejahteraan yang layak diperkuat pemerintah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru