SulawesiPos.com – Dua jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah dan Bambang Noroyono alias Abeng, telah kembali ke Indonesia bersama tujuh warga negara Indonesia (WNI) lainnya setelah sempat ditahan tentara Israel.
Mereka sebelumnya tergabung dalam aksi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang diintersep di Perairan Siprus pada Senin (18/5/2026).
Selain Thoudy dan Abeng, WNI lain yang ikut kembali ke Tanah Air yakni Andre Prasetyo Nugrono dari TV Tempo, Rahendro Herubowo, serta lima aktivis kemanusiaan Andi Angga, Herman Budiyanto Sudarsono, Ronggo Wirasono, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.
Kesembilan WNI tersebut tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (24/5/2026).
Kedatangan mereka disambut Menteri Luar Negeri RI dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia.
Jurnalis Republika Ceritakan Dugaan Kekerasan saat Ditahan
Setelah tiba di Indonesia, Thoudy Badai menyampaikan rasa syukurnya karena dapat kembali ke Jakarta dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah senang, intinya kami dan sembilan warga negara Indonesia sudah kembali ke Jakarta,” kata Thoudy.
Thoudy mengaku mengalami berbagai bentuk kekerasan selama masa penahanan.
Namun menurutnya, pengalaman tersebut tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami para tahanan Palestina.
Ia menyebut tindakan seperti pemukulan, penendangan, hingga penyetruman masih jauh lebih ringan dibanding kondisi yang disebut dialami ribuan warga Palestina di pusat-pusat penahanan Israel.
“Apa yang saya alami itu, dan teman-teman alami kekerasan yang dilakukan oleh zionis Israel itu tidak sebanding dengan apa yang dialami oleh 9.000 tahanan Palestina yang kebanyakan itu anak-anak, ibu-ibu, ibu hamil dan bisa mendapatkan kekejaman yang lebih parah daripada apa yang kita alami,” ungkapnya.
Tetap Suarakan Isu Palestina
Pengalaman tersebut disebut semakin menguatkan keyakinan Thoudy terkait pentingnya solidaritas internasional terhadap Palestina.
Ia berharap masyarakat dunia terus menjaga perhatian terhadap isu kemanusiaan tersebut.
“Jadi kita harap semua masyarakat di dunia tetap dukung, tetap suarakan isu-isu Palestina karena dengan begitu bisa mendorong Palestina untuk merdeka,” harap Thoudy.
Meski baru saja melewati situasi yang membahayakan keselamatannya, ia menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan isu Palestina.
“Ya kita lihat nanti karena tetap, rencananya ya isu Palestina harus tetap disuarakan,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Bambang Noroyono atau Abeng yang menyatakan rasa syukur karena dapat kembali bertemu keluarga.
Menurutnya, perjuangan membela hak-hak masyarakat Palestina akan terus berlanjut.
“Syukur alhamdulillah bisa ketemu keluarga, karena ini tetap lanjut perjuangan bersama tentang memperjuangkan hak-hak masyarakat Palestina, hak-hak warga Gaza,” ujar Abeng.
Abeng juga mengaku masih merasakan dampak fisik dari dugaan kekerasan yang dialaminya selama penahanan.
Ia mengatakan beberapa luka masih terasa, sementara sejumlah relawan lain disebut mengalami kondisi yang lebih serius.
“Kondisi saya sudah enggak terlalu khawatir lagi. Masih ada bekas benturan yang masih kerasa, tapi lambat laun akan menghilang. Luka juga masih ada. Ada beberapa teman yang harus diperhatikan, mengalami retak di bagian dalam tulang,” pungkasnya.

