Oleh: Ismawan Amir
Alumni Unhas
SulawesiPos.com – Pekan lalu, dalam perjalanan ke Tonra, Bone, saya mendapat satu cerita dari seorang teman, yang merupakan salah satu tokoh gerakan di Bone. Cerita ini jadi pelajaran penting tentang kuatnya doa seorang Ibu.
Dulu, ketika Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian RI, masih kecil, Anak ke 2 dari 12 bersaudara. Oangtuanya di kampung selalu bercerita kepada orang-orang. Katanya, kelak anak-anaknya akan menjadi orang besar. Terutama ibunya.
Ada yang jadi pengusaha. Ada yang jadi pejabat. Mereka bersaudara akan bermanfaat untuk masyarakat.
Orang-orang mendengar itu sambil tersenyum sinis.
Mana mungkin anak desa, hidup sederhana, dari keluarga miskin pula, bisa menjadi pengusaha dan pejabat?

Saking seringnya cerita itu diulang, ibunya bahkan dianggap terlalu tinggi bermimpi. Dianggap terlalu jauh berharap. Dianggap melampaui batas kenyataan.
Tetapi orangtuanya tidak berhenti. Ia tetap mengulang kalimat yang sama. Bukan sekali dua kali, tetapi berkali-kali.
Seolah-olah kalimat itu sudah ia lihat terjadi, jauh sebelum orang lain mampu mempercayainya.
Hari ini, kita menyaksikan sendiri. Kata-kata yang dulu dianggap terlalu tinggi bermimpi itu ternyata menjadi doa.
Ucapan seorang ibu yang lahir dari keyakinan, kesabaran, dan keikhlasan, akhirnya menemukan jalannya.
Allah berkehendak.
Allah membuka pintu.
Allah memberi pertolongan.
Andi Amran Sulaiman, yang kini menjabat sebagai Menteri yang mewujudkan swasembada beras, bersama saudara-saudaranya, tumbuh menjadi orang-orang yang berada di ruang-ruang penting kehidupan.
Ada yang menjadi pengusaha, ada yang menjadi pejabat, dan memberi manfaat lebih luas bagi banyak orang.
Bahkan, satu desa di Bone itu kini dikenal sebagai tempat lahirnya pemimpin hebat—dari seorang Menteri, Gubernur, dan Bupati. Semua bersaudara.
Mereka telah membuktikan bahwa dari keluarga sederhana, melalui keikhlasan, kerja keras, dan doa, takdir bisa diubah. Ditopang oleh doa seorang Ibu yang tembus ke langit.
Saya teringat satu pesan penting dalam Quantum Ikhlas, karya Erbe Sentanu.
Bahwa hidup tidak hanya digerakkan oleh kerja keras yang tampak di luar, tetapi juga oleh energi batin yang jernih di dalam.
Doa, keyakinan, rasa syukur, dan keikhlasan adalah kekuatan yang bekerja diam-diam, tetapi bisa mengubah arah takdir.
Buku ini mengajarkan kita bahwa ikhlas bukan hanya sekadar menerima, tetapi juga membuka diri pada energi positif dan berkat yang Allah berikan.
Dengan keikhlasan, kita melepaskan beban emosional negatif yang sering menghalangi perjalanan hidup kita, dan kita belajar menerima segala takdir dengan lapang dada.
Sebab, ketika ikhtiar bertemu dengan doa yang tulus dan dipeluk dengan keikhlasan, maka yang tampaknya mustahil akan menjadi nyata.
Jadi, jangan pernah meremehkan kekuatan doa dan keyakinan. Sebab, seperti yang dibuktikan oleh Andi Amran Sulaiman dan keluarganya, ketika kita ikhlas, Allah membuka pintu pertolongan yang tak terduga.
Inilah kekuatan Quantum Ikhlas yang menjadikan segala yang tampak mustahil menjadi mungkin.*

