Laskar Merah Putih Kecam Pernyataan Feri Amrasi Soal Swasembada Pangan Palsu, Berisiko Rugikan Petani

SulawesiPos.com – Sekretaris Umum Laskar Merah Putih Sulawesi Selatan, Kahar Gani, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan pengamat politik Feri Amsari yang menyebut swasembada pangan sebagai sesuatu yang “palsu”.

Kahar menilai pandangan tersebut tidak hanya tidak tepat, tetapi juga berisiko menimbulkan kegelisahan, khususnya di kalangan petani yang selama ini berjuang menjaga produksi pangan nasional.

“Bagaimana bisa petani yang sudah berjuang dianggap menghasilkan sesuatu yang palsu? Ini bukan hanya penghinaan, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan negara,” tegas Kahar, Rabu (8/4/2026).

Ia menyebut pernyataan itu sebagai narasi tanpa dasar kuat yang berpotensi menyesatkan opini publik.

Menurutnya, isu strategis seperti pangan tidak bisa dikomentari secara serampangan tanpa rujukan data yang jelas.

“Saya menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan fakta di lapangan. Kritik tentu boleh, tetapi harus berbasis data, bukan asumsi yang justru membingungkan masyarakat. Apalagi Feri ini kan tidak memiliki penelitian atau pengalaman di bidang pertanian,” lanjutnya.

BACA JUGA: 
Stok Pupuk Tak Terganggu Konflik Selat Hormuz, Bukti Arahan Presiden dan Mentan Amran Sangat Tepat

Capaian Pertanian Dinilai Tunjukkan Hasil Nyata

Kahar juga menggarisbawahi kinerja sektor pertanian nasional yang disebutnya terus menunjukkan perkembangan positif, terutama di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Ia menyebut sejumlah indikator penting mengalami peningkatan signifikan, seperti produksi padi nasional yang mencapai sekitar 60 juta ton gabah kering giling, surplus beras hingga jutaan ton, serta cadangan beras pemerintah yang melampaui angka 4 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah.

Selain itu, berbagai kebijakan dan program strategis, mulai dari pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga perbaikan sistem distribusi pupuk subsidi, dinilai telah berdampak langsung pada peningkatan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini bukan klaim kosong. Ini kerja nyata yang dirasakan petani dan tercermin dalam data produksi nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kahar menilai kritik yang dilontarkan tidak muncul secara netral.

Ia menduga ada kepentingan tertentu di balik narasi tersebut, terutama dari pihak-pihak yang merasa terganggu dengan menguatnya sektor pangan nasional.

BACA JUGA: 
Stok Cukup, Harga Stabil, Lebaran 2026/1447 H Dilalui dengan Kemenangan untuk Semua

Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, ia menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap sektor-sektor strategis.

“Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan negara. Karena itu, narasi yang berkembang harus memperkuat, bukan justru melemahkan kepercayaan publik,” jelasnya.

SulawesiPos.com – Sekretaris Umum Laskar Merah Putih Sulawesi Selatan, Kahar Gani, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan pengamat politik Feri Amsari yang menyebut swasembada pangan sebagai sesuatu yang “palsu”.

Kahar menilai pandangan tersebut tidak hanya tidak tepat, tetapi juga berisiko menimbulkan kegelisahan, khususnya di kalangan petani yang selama ini berjuang menjaga produksi pangan nasional.

“Bagaimana bisa petani yang sudah berjuang dianggap menghasilkan sesuatu yang palsu? Ini bukan hanya penghinaan, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan negara,” tegas Kahar, Rabu (8/4/2026).

Ia menyebut pernyataan itu sebagai narasi tanpa dasar kuat yang berpotensi menyesatkan opini publik.

Menurutnya, isu strategis seperti pangan tidak bisa dikomentari secara serampangan tanpa rujukan data yang jelas.

“Saya menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan fakta di lapangan. Kritik tentu boleh, tetapi harus berbasis data, bukan asumsi yang justru membingungkan masyarakat. Apalagi Feri ini kan tidak memiliki penelitian atau pengalaman di bidang pertanian,” lanjutnya.

BACA JUGA: 
Rekor Baru! Stok Beras RI Tembus 4,5 Juta Ton, Gudang Sampai Tak Muat

Capaian Pertanian Dinilai Tunjukkan Hasil Nyata

Kahar juga menggarisbawahi kinerja sektor pertanian nasional yang disebutnya terus menunjukkan perkembangan positif, terutama di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Ia menyebut sejumlah indikator penting mengalami peningkatan signifikan, seperti produksi padi nasional yang mencapai sekitar 60 juta ton gabah kering giling, surplus beras hingga jutaan ton, serta cadangan beras pemerintah yang melampaui angka 4 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah.

Selain itu, berbagai kebijakan dan program strategis, mulai dari pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga perbaikan sistem distribusi pupuk subsidi, dinilai telah berdampak langsung pada peningkatan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini bukan klaim kosong. Ini kerja nyata yang dirasakan petani dan tercermin dalam data produksi nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kahar menilai kritik yang dilontarkan tidak muncul secara netral.

Ia menduga ada kepentingan tertentu di balik narasi tersebut, terutama dari pihak-pihak yang merasa terganggu dengan menguatnya sektor pangan nasional.

BACA JUGA: 
IKAMI Sulsel: Narasi Feri Amsari Tak Berdasar, Bisa Untungkan Mafia Pangan

Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, ia menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap sektor-sektor strategis.

“Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan negara. Karena itu, narasi yang berkembang harus memperkuat, bukan justru melemahkan kepercayaan publik,” jelasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru