SulawesiPos.com – Pemerintah Iran dilaporkan menawarkan hadiah kepada warga sipil yang berhasil menemukan atau menangkap pilot jet tempur Amerika Serikat yang jatuh di wilayahnya.
Langkah ini menjadi sinyal meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Seorang pejabat Amerika Serikat kepada Reuters menyebut sebuah jet tempur AS telah ditembak jatuh di wilayah Iran.
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) kini masih berlangsung untuk menemukan awak yang diduga selamat.
Dari dua awak pesawat, satu dilaporkan telah diamankan, sementara satu lainnya masih belum ditemukan.
Hingga kini, pihak Pentagon dan Komando Pusat AS belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Media Iran, termasuk kantor berita Fars, melaporkan bahwa militer telah meluncurkan operasi pencarian besar-besaran.
Dalam siaran televisi lokal, warga bahkan diajak berpartisipasi langsung dalam pencarian pilot tersebut.
“Jika Anda menangkap pilot musuh dalam keadaan hidup dan menyerahkannya kepada polisi atau militer, Anda akan menerima hadiah dan bonus yang berharga,” demikian seruan yang disiarkan.
Langkah ini menunjukkan keterlibatan langsung masyarakat sipil dalam operasi militer, sekaligus menegaskan keseriusan Iran dalam memburu pilot tersebut.
Dugaan Helikopter AS Juga Ditembak
Peristiwa ini juga dikaitkan dengan laporan ditembak jatuhnya helikopter UH-60 Black Hawk milik pasukan khusus AS.
Helikopter tersebut disebut tengah menjalankan misi evakuasi untuk menyelamatkan pilot jet tempur yang jatuh.
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS mengenai insiden tersebut maupun kondisi awaknya.
Informasi Masih Simpang Siur
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan aktivitas militer di sekitar lokasi jatuhnya pesawat, termasuk penggunaan drone dan pengangkutan puing-puing.
Meski demikian, keaslian rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Dengan berbagai klaim yang saling bertentangan, situasi di lapangan masih berkembang dan penuh ketidakpastian.
Namun, langkah Iran yang melibatkan warga sipil dengan imbalan hadiah dinilai menjadi indikasi kuat bahwa konflik telah memasuki fase yang lebih kompleks dan berisiko tinggi.

