SulawesiPos.com – Presiden Donald Trump mengaku Iran memberikan “hadiah” yang berhubungan dengan minyak dan gas, di tengah klaim upaya negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
“Mereka (Iran) melakukan sesuatu yang luar biasa kemarin. Mereka memberi kita hadiah, dan hadiahnya tiba hari ini,” kata Trump, dikutip AFP, Rabu (25/3).
Trump menekankan bahwa hadiah tersebut sangat signifikan, meski ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk atau nilai hadiah tersebut.
“Ini bukan terkait nuklir, melainkan terkait minyak dan gas,” imbuhnya.
Ketika ditanya apakah hadiah itu berkaitan dengan permintaan agar Iran membuka kembali Selat Hormuz untuk arus minyak, Trump menjawab cepat:
“Ya, itu terkait dengan arus dan selat tersebut,” kata dia.
Presiden AS itu menambahkan bahwa, sesuai klaimnya selama ini, Iran telah sepakat untuk tidak memiliki senjata nuklir.
Trump sebelumnya juga menyatakan telah melakukan pembicaraan produktif dengan pejabat penting Iran, meski bukan dengan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Sejumlah media AS dan Israel menyebut pejabat yang dihubungi pemerintah Trump adalah ketua parlemen Iran, Bagher Ghalibaf. Namun, Bagher Ghalibaf membantah adanya negosiasi dengan AS yang melibatkan dirinya.
Klaim Trump muncul di tengah serangan AS dan Israel ke Iran yang dimulai sejak 28 Februari.
Akibat serangan tersebut, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat pertahanan Iran tewas.

