PSBM XXVI Harus Bisa Memperluas Lapangan Kerja di Sulsel

SulawesiPos.com – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Makassar pada 25-27 Maret 2026 diharapkan bisa membawa efek positif bagi perekonomian di Sulawesi Selatan, khususnya dalam memperluas lapangan kerja.

Ekonom Universitas Muslim Indonesia (UMI) Dr Jamal Bijang MSi menyampaikan harapan tersebut saat dihubungi SulawesiPos.com, Kamis (25/3/2026).

Menurut Jamal, para saudagar yang hadir harus bisa melihat peluang yang ada di Sulsel dan hal itu wajib didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya dengan memberi kemudahan berinvestasi.

“Para saudagar yang hadir dalam forum bisnis PSBM bisa membentuk konsorsium bisnis, yang potensial menambah lapangan kerja di Sulsel, seperti di sektor pertanian, konstruksi, industri, dan pendidikan,” ujar Jamal.

Selain itu, lanjut Jamal, jejaring saudagar yang terhimpun di Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) harus bisa
berkolaborasi antar saudagar dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional guna menghadapi ancaman krisis iklim global.

“PSBM ini jangan hanya menjadi euforia para saudagar yang sukses di daerah rantaunya, tapi harus membawa dampak positif bagi Sulsel. Demikian juga pemerintah harus jemput bola, jangan disia-siakan peluang,” ujar Asisten Wakil Rektor III UMI ini.

BACA JUGA: 
Ketua PHRI Sulsel: PSBM XXVI Makassar Jadi Stimulus Ekonomi Saat Low Season
IMG-20260325-WA0017
Egy Massadiah

500 Ribu Pekerja ke Luar Negeri

Terkait peluang lapangan kerja bagi warga Sulsel, Tenaga Ahli Utama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Egy Massadiah, yang ditemui di arena PSBM, berharap BPP KKSS bisa melihat peluang dari pernyataan Presiden Prabowo.

Prabowo beberapa waktu lalu menyatakan akan mengirim 500 ribu pekerja profesional ke luar negeri, dengan membentuk pelatihan bahasa asing bagi calon-calon tenaga kerja profesional tersebut.

“KKSS bisa berkontribusi dengan memberi bantuan pelatihan bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Jepang, atau Korea, bagi calon-calon tenaga kerja profesional yang berada di Sulsel,” katanya.(mna)

SulawesiPos.com – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Makassar pada 25-27 Maret 2026 diharapkan bisa membawa efek positif bagi perekonomian di Sulawesi Selatan, khususnya dalam memperluas lapangan kerja.

Ekonom Universitas Muslim Indonesia (UMI) Dr Jamal Bijang MSi menyampaikan harapan tersebut saat dihubungi SulawesiPos.com, Kamis (25/3/2026).

Menurut Jamal, para saudagar yang hadir harus bisa melihat peluang yang ada di Sulsel dan hal itu wajib didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya dengan memberi kemudahan berinvestasi.

“Para saudagar yang hadir dalam forum bisnis PSBM bisa membentuk konsorsium bisnis, yang potensial menambah lapangan kerja di Sulsel, seperti di sektor pertanian, konstruksi, industri, dan pendidikan,” ujar Jamal.

Selain itu, lanjut Jamal, jejaring saudagar yang terhimpun di Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) harus bisa
berkolaborasi antar saudagar dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional guna menghadapi ancaman krisis iklim global.

“PSBM ini jangan hanya menjadi euforia para saudagar yang sukses di daerah rantaunya, tapi harus membawa dampak positif bagi Sulsel. Demikian juga pemerintah harus jemput bola, jangan disia-siakan peluang,” ujar Asisten Wakil Rektor III UMI ini.

BACA JUGA: 
Hadir di Indonesia Economic Outlook 2026, Prabowo: MBG Bakal Serap 1,5 Juta Pekerja
IMG-20260325-WA0017
Egy Massadiah

500 Ribu Pekerja ke Luar Negeri

Terkait peluang lapangan kerja bagi warga Sulsel, Tenaga Ahli Utama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Egy Massadiah, yang ditemui di arena PSBM, berharap BPP KKSS bisa melihat peluang dari pernyataan Presiden Prabowo.

Prabowo beberapa waktu lalu menyatakan akan mengirim 500 ribu pekerja profesional ke luar negeri, dengan membentuk pelatihan bahasa asing bagi calon-calon tenaga kerja profesional tersebut.

“KKSS bisa berkontribusi dengan memberi bantuan pelatihan bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Jepang, atau Korea, bagi calon-calon tenaga kerja profesional yang berada di Sulsel,” katanya.(mna)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru