Harga Minyak Global Turun 5–6% Usai Trump Umumkan Negosiasi dengan Iran

SulawesiPos.com – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 5% pada awal perdagangan hari ini, Rabu (25/3/2026).

Penurunan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut pemerintahannya dan Iran telah mengadakan pembicaraan produktif untuk mengakhiri konflik.

Mengutip CNBC, Trump juga menyatakan bahwa ia telah menarik perintah serangan terhadap infrastruktur energi utama Iran karena AS tengah melakukan negosiasi.

Meski begitu, Iran membantah adanya kontak langsung dengan AS.

“Mereka berbicara kepada kita, dan mereka menyampaikan hal yang masuk akal,” kata Trump di Ruang Oval Gedung Putih saat dimintai keterangan terkait perundingan tersebut.

Selain itu, pada Selasa (24/3), The New York Times melaporkan mengutip dua pejabat anonim yang menyebut AS telah mengirimkan proposal berisi 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang.

Namun, sejauh mana proposal yang disampaikan melalui Pakistan tersebut telah diterima oleh pejabat Iran masih belum jelas.

Selain itu, belum dapat dipastikan apakah Israel, yang melakukan serangan terhadap Iran bersama AS, akan mendukung rencana ini.

BACA JUGA: 
"Locked and Loaded”: Ketika Bahasa Militer Trump Membuka Ancaman Intervensi atas Iran

Harga Minyak Brent dan WTI Tertekan

Akibat pengumuman tersebut, harga minyak mentah Brent, acuan internasional, turun hampir 6% menjadi US$ 98,31 per barel pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun 5% menjadi US$ 87,65 per barel.

Pergerakan ini menunjukkan bagaimana ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor signifikan yang memengaruhi harga minyak global.

Pasar minyak dunia mempertimbangkan risiko geopolitik karena investor berupaya melindungi portofolio dari potensi gangguan pasokan dan ketidakpastian jangka panjang.

SulawesiPos.com – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 5% pada awal perdagangan hari ini, Rabu (25/3/2026).

Penurunan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut pemerintahannya dan Iran telah mengadakan pembicaraan produktif untuk mengakhiri konflik.

Mengutip CNBC, Trump juga menyatakan bahwa ia telah menarik perintah serangan terhadap infrastruktur energi utama Iran karena AS tengah melakukan negosiasi.

Meski begitu, Iran membantah adanya kontak langsung dengan AS.

“Mereka berbicara kepada kita, dan mereka menyampaikan hal yang masuk akal,” kata Trump di Ruang Oval Gedung Putih saat dimintai keterangan terkait perundingan tersebut.

Selain itu, pada Selasa (24/3), The New York Times melaporkan mengutip dua pejabat anonim yang menyebut AS telah mengirimkan proposal berisi 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang.

Namun, sejauh mana proposal yang disampaikan melalui Pakistan tersebut telah diterima oleh pejabat Iran masih belum jelas.

Selain itu, belum dapat dipastikan apakah Israel, yang melakukan serangan terhadap Iran bersama AS, akan mendukung rencana ini.

BACA JUGA: 
Presiden Prabowo Panggil Menteri yang Bidangi Ekonomi ke Hambalang, Seskab Ungkap Isi Pertemuannya

Harga Minyak Brent dan WTI Tertekan

Akibat pengumuman tersebut, harga minyak mentah Brent, acuan internasional, turun hampir 6% menjadi US$ 98,31 per barel pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun 5% menjadi US$ 87,65 per barel.

Pergerakan ini menunjukkan bagaimana ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor signifikan yang memengaruhi harga minyak global.

Pasar minyak dunia mempertimbangkan risiko geopolitik karena investor berupaya melindungi portofolio dari potensi gangguan pasokan dan ketidakpastian jangka panjang.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru