Macron Serukan Gencatan Senjata Saat Idul Fitri, Dorong Negosiasi Konflik Iran–Israel

SulawesiPos.com – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyerukan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah selama periode hari raya keagamaan.

Seruan tersebut disampaikan menjelang pertemuan tingkat tinggi para pemimpin Uni Eropa sebagai bagian dari upaya meredakan konflik yang terus meningkat.

“Saat kawasan ini memasuki musim hari raya keagamaan, saya pikir semua orang harus tenang dan operasi militer harus dihentikan setidaknya selama beberapa hari untuk memberi kesempatan lain bagi negosiasi,” kata Macron, dikutip Jumat (20/3/2026).

Momentum Idul Fitri untuk Redakan Konflik

Macron menilai momentum hari raya, termasuk Idul Fitri yang menandai berakhirnya Ramadan, dapat menjadi peluang untuk menahan eskalasi konflik.

Menurutnya, jeda sementara dalam operasi militer dapat membuka ruang dialog dan diplomasi yang selama ini terhambat.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan korban sipil, serta dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

BACA JUGA:  Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD 91 per Barel

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Awalnya, AS dan Israel menyebut serangan mereka sebagai langkah preemptif terhadap ancaman program nuklir Iran.

Namun, pernyataan lanjutan mengindikasikan adanya tujuan perubahan kekuasaan di Iran.

SulawesiPos.com – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyerukan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah selama periode hari raya keagamaan.

Seruan tersebut disampaikan menjelang pertemuan tingkat tinggi para pemimpin Uni Eropa sebagai bagian dari upaya meredakan konflik yang terus meningkat.

“Saat kawasan ini memasuki musim hari raya keagamaan, saya pikir semua orang harus tenang dan operasi militer harus dihentikan setidaknya selama beberapa hari untuk memberi kesempatan lain bagi negosiasi,” kata Macron, dikutip Jumat (20/3/2026).

Momentum Idul Fitri untuk Redakan Konflik

Macron menilai momentum hari raya, termasuk Idul Fitri yang menandai berakhirnya Ramadan, dapat menjadi peluang untuk menahan eskalasi konflik.

Menurutnya, jeda sementara dalam operasi militer dapat membuka ruang dialog dan diplomasi yang selama ini terhambat.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan korban sipil, serta dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

BACA JUGA:  Tiongkok Kecam Blokade AS di Selat Hormuz, Dinilai Picu Eskalasi dan Ancaman Energi Global

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Awalnya, AS dan Israel menyebut serangan mereka sebagai langkah preemptif terhadap ancaman program nuklir Iran.

Namun, pernyataan lanjutan mengindikasikan adanya tujuan perubahan kekuasaan di Iran.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru