SulawesiPos.com – Pemerintah terus mematangkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai langkah efisiensi energi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut skema tersebut berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan, terutama dari sektor transportasi.
“Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin, penghematannya cukup signifikan, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” ujar Airlangga.
Diterapkan Pasca Lebaran 2026
Rencana implementasi kebijakan ini ditargetkan mulai berjalan setelah Idul Fitri 2026.
Namun, pemerintah masih akan mempertimbangkan perkembangan situasi global sebelum menetapkan waktu pasti pelaksanaan.
“Nanti kita lihat situasinya. Situasi harga minyak, situasi perang. Kita ikuti situasi yang berkembang,” imbuh Airlangga.
Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen
Selain efisiensi energi, pemerintah juga fokus menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah ketidakpastian global.
Airlangga menegaskan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditargetkan tetap berada di bawah 3 persen.
“Kita menjaga APBN agar defisit tetap di bawah 3 persen. Itu dilakukan efisiensi dari berbagai K/L, dan dengan efisiensi tersebut defisit 3 persen bisa dijaga,” tandasnya.
Di sisi lain, harga minyak dunia masih bergerak fluktuatif di tengah dinamika geopolitik.
Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh USD 119 per barel sebelum turun ke sekitar USD 108,65, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran USD 96,14 per barel.
Pergerakan harga ini dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Timur Tengah, termasuk upaya pembukaan jalur strategis Selat Hormuz.

