Usai Viral Menu Lele Mentah, Operasional Program MBG di Pamekasan Dihentikan Sementara

SulawesiPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pademawu Buddagan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Langkah tersebut diambil setelah muncul laporan terkait ketidaksesuaian menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana makanan yang dibagikan kepada siswa berupa lele yang masih mentah.

Kondisi tersebut memicu penolakan dari pihak sekolah terhadap makanan yang didistribusikan.

“Berdasarkan pertimbangan pimpinan BGN, permasalahan tersebut dinilai telah menghambat proses distribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan,” kata Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, Rabu (11/3/2026).

Dony menjelaskan penghentian operasional dilakukan sebagai langkah tindak lanjut untuk melakukan evaluasi serta perbaikan pada proses pengolahan dan penyajian makanan.

Selama masa penghentian, pihak terkait akan melakukan pembinaan dan memperbaiki sistem operasional agar kejadian serupa tidak terulang.

“Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang. Pemerintah berharap perbaikan tersebut dapat memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa,” ujarnya.

Baca Juga: 
Bertemu Tenaga Ahli Wakil Kepala I BGN RI, Bupati Bone Dorong Percepatan MBG hingga Wilayah Pedalaman

Video menu lele mentah sempat viral

Sebelumnya, video yang menampilkan menu MBG berupa lele mentah di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan viral di media sosial pada Senin (9/3/2026).

Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan penggunaan lele yang dimarinasi memiliki pertimbangan terkait nilai gizi dan ketahanan pangan.

“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani total 3.329 penerima manfaat.

Penerima manfaat tersebut mencakup siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, serta SLB. Selain itu, layanan juga diberikan kepada tenaga pendidik dan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah tersebut.

SulawesiPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pademawu Buddagan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Langkah tersebut diambil setelah muncul laporan terkait ketidaksesuaian menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana makanan yang dibagikan kepada siswa berupa lele yang masih mentah.

Kondisi tersebut memicu penolakan dari pihak sekolah terhadap makanan yang didistribusikan.

“Berdasarkan pertimbangan pimpinan BGN, permasalahan tersebut dinilai telah menghambat proses distribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan,” kata Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, Rabu (11/3/2026).

Dony menjelaskan penghentian operasional dilakukan sebagai langkah tindak lanjut untuk melakukan evaluasi serta perbaikan pada proses pengolahan dan penyajian makanan.

Selama masa penghentian, pihak terkait akan melakukan pembinaan dan memperbaiki sistem operasional agar kejadian serupa tidak terulang.

“Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang. Pemerintah berharap perbaikan tersebut dapat memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa,” ujarnya.

Baca Juga: 
Bau Menyengat dari Dapur MBG, Petani Takalar Mengaku Tanaman Padinya Mati

Video menu lele mentah sempat viral

Sebelumnya, video yang menampilkan menu MBG berupa lele mentah di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan viral di media sosial pada Senin (9/3/2026).

Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan penggunaan lele yang dimarinasi memiliki pertimbangan terkait nilai gizi dan ketahanan pangan.

“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani total 3.329 penerima manfaat.

Penerima manfaat tersebut mencakup siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, serta SLB. Selain itu, layanan juga diberikan kepada tenaga pendidik dan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru