Iran Luncurkan Rudal Pertama ke Israel Usai Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi

SulawesiPos.com – Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran langsung memicu reaksi keras dari Israel di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Mojtaba Khamenei secara resmi dipilih oleh Majelis Ahli Iran pada Minggu (8/3/2026) waktu setempat untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang sebelumnya dilaporkan tewas dalam serangan gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

“Berdasarkan pernyataan resmi dari Majelis Ahli, Mojtaba Khamenei diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dalam sistem suci Republik Islam Iran, meneruskan tongkat estafet kepemimpinan ayah dan pendahulunya,” tulis Al Arabiya, Senin (9/3/2026).

Tak lama setelah pengangkatan tersebut, situasi keamanan di kawasan kembali memanas. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran meluncurkan serangan rudal ke arah Israel.

Laporan yang dikutip dari kantor berita AFP pada Senin (9/3/2026) menyebutkan bahwa stasiun televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), mengumumkan peluncuran gelombang pertama rudal setelah Mojtaba Khamenei resmi menjabat sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut.

Baca Juga: 
Arab Saudi Pimpin Negara-Negara Teluk Desak Amerika Serikat Urungkan Serangan ke Iran

“Iran meluncurkan gelombang pertama rudal di bawah kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei ke arah wilayah pendudukan,” kata IRIB di saluran Telegramnya.

IRIB juga menyatakan bahwa rudal tersebut diarahkan ke wilayah Israel.

Namun hingga kini belum ada rincian mengenai kota atau lokasi spesifik yang menjadi sasaran serangan.

Saluran tersebut juga menampilkan gambar sebuah proyektil yang bertuliskan slogan “At Your Command, Sayyid Mojtaba”, yang diduga merujuk pada kepemimpinan baru Mojtaba Khamenei.

Sementara itu, The Street Journal menyebut Mojtaba Khamenei menantang Trump.

“Mojtaba tidak akan tinggal diam dalam perang dengan Amerika dan Israel,” masih dikutip dari unggahan channel Telegram tersebut.

Perkembangan ini semakin mempertegas ketegangan antara Iran dan Israel yang sudah berlangsung sejak Juni 2025 lalu.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengeluarkan peringatan keras terkait siapa pun yang menggantikan Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Melalui unggahan di platform X pada Rabu (4/3/2026), Katz menegaskan bahwa pemimpin Iran yang melanjutkan kebijakan yang dianggap mengancam Israel dapat menjadi target operasi militer negaranya.

Baca Juga: 
Kematian Misterius Hakim Kunci Kasus Korupsi Netanyahu

Ia mengatakan bahwa ancaman tersebut tidak bergantung pada identitas individu yang menjabat, melainkan pada kebijakan yang dijalankan oleh pemimpin tersebut.

Menurut Katz, siapa pun yang memimpin Iran dan tetap menjalankan agenda yang dianggap membahayakan Israel, Amerika Serikat, serta sekutu mereka di kawasan Timur Tengah, akan dipandang sebagai ancaman langsung.

Pernyataan tersebut kini kembali menjadi sorotan setelah Mojtaba Khamenei resmi memimpin Iran.

Meski Israel belum secara khusus menyebut nama Mojtaba Khamenei sebagai target, peringatan yang disampaikan sebelumnya menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan meningkatnya konfrontasi antara kedua negara.

SulawesiPos.com – Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran langsung memicu reaksi keras dari Israel di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Mojtaba Khamenei secara resmi dipilih oleh Majelis Ahli Iran pada Minggu (8/3/2026) waktu setempat untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang sebelumnya dilaporkan tewas dalam serangan gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

“Berdasarkan pernyataan resmi dari Majelis Ahli, Mojtaba Khamenei diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dalam sistem suci Republik Islam Iran, meneruskan tongkat estafet kepemimpinan ayah dan pendahulunya,” tulis Al Arabiya, Senin (9/3/2026).

Tak lama setelah pengangkatan tersebut, situasi keamanan di kawasan kembali memanas. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran meluncurkan serangan rudal ke arah Israel.

Laporan yang dikutip dari kantor berita AFP pada Senin (9/3/2026) menyebutkan bahwa stasiun televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), mengumumkan peluncuran gelombang pertama rudal setelah Mojtaba Khamenei resmi menjabat sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut.

Baca Juga: 
Israel Impor Minyak dari Azerbaijan Melonjak Lewat Turki

“Iran meluncurkan gelombang pertama rudal di bawah kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei ke arah wilayah pendudukan,” kata IRIB di saluran Telegramnya.

IRIB juga menyatakan bahwa rudal tersebut diarahkan ke wilayah Israel.

Namun hingga kini belum ada rincian mengenai kota atau lokasi spesifik yang menjadi sasaran serangan.

Saluran tersebut juga menampilkan gambar sebuah proyektil yang bertuliskan slogan “At Your Command, Sayyid Mojtaba”, yang diduga merujuk pada kepemimpinan baru Mojtaba Khamenei.

Sementara itu, The Street Journal menyebut Mojtaba Khamenei menantang Trump.

“Mojtaba tidak akan tinggal diam dalam perang dengan Amerika dan Israel,” masih dikutip dari unggahan channel Telegram tersebut.

Perkembangan ini semakin mempertegas ketegangan antara Iran dan Israel yang sudah berlangsung sejak Juni 2025 lalu.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengeluarkan peringatan keras terkait siapa pun yang menggantikan Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Melalui unggahan di platform X pada Rabu (4/3/2026), Katz menegaskan bahwa pemimpin Iran yang melanjutkan kebijakan yang dianggap mengancam Israel dapat menjadi target operasi militer negaranya.

Baca Juga: 
Garda Revolusi Iran Sebut Siap Perang 6 Bulan Melawan AS dan Israel

Ia mengatakan bahwa ancaman tersebut tidak bergantung pada identitas individu yang menjabat, melainkan pada kebijakan yang dijalankan oleh pemimpin tersebut.

Menurut Katz, siapa pun yang memimpin Iran dan tetap menjalankan agenda yang dianggap membahayakan Israel, Amerika Serikat, serta sekutu mereka di kawasan Timur Tengah, akan dipandang sebagai ancaman langsung.

Pernyataan tersebut kini kembali menjadi sorotan setelah Mojtaba Khamenei resmi memimpin Iran.

Meski Israel belum secara khusus menyebut nama Mojtaba Khamenei sebagai target, peringatan yang disampaikan sebelumnya menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan meningkatnya konfrontasi antara kedua negara.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru