Imam Muthahhir Arif menegaskan bahwa Ramadan merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan membangun kedamaian di tengah masyarakat.
“Ramadan adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan mempererat hubungan kita dengan Allah SWT serta membangun kedamaian di antara sesama,” ujarnya kepada jamaah.
Dr. Muthahhir Arif sendiri merupakan dai asal Sulawesi Selatan yang telah berdakwah di Amerika Serikat selama hampir satu dekade sebelum dipercaya memimpin Masjid Istiqlal Houston.
Ia menempuh pendidikan Islam di Universitas Muslim Indonesia Makassar serta melanjutkan studi di LIPIA Jakarta sebelum mengembangkan aktivitas dakwah di berbagai kota di Amerika.
Sebelum memimpin Masjid Istiqlal Houston, ia pernah berdakwah di Pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Connecticut serta aktif di berbagai komunitas masjid di Las Vegas dan New York.
Pengalaman panjang di dunia dakwah dan pendidikan membentuk visinya bahwa masjid harus menjadi pusat pembelajaran, dialog budaya, dan penguatan solidaritas umat.
Karena itu, berbagai program keagamaan, pendidikan, dan kegiatan sosial terus dikembangkan agar masjid menjadi rumah kedua bagi umat Islam di perantauan.
Di bulan Ramadan, semangat kebersamaan yang tumbuh di Masjid Istiqlal Houston menjadi bukti bahwa ukhuwah Islamiyah dapat terjalin kuat meskipun umat berada jauh dari tanah air.

Kegiatan berbuka puasa, salat tarawih, dan kajian keislaman setiap malam semakin memperkuat hubungan antarjamaah sekaligus menjaga semangat persatuan umat.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Masjid Istiqlal Houston mengajak umat Muslim di Amerika untuk merayakan Ramadan dengan kesadaran spiritual, kedamaian, dan semangat berbagi.
Dengan suasana yang hangat dan penuh makna, masjid ini terus menjadi rumah spiritual bagi diaspora Muslim Indonesia di Houston.
Di antara gema azan, doa, dan kebersamaan berbuka puasa, komunitas Muslim di Houston menemukan bahwa Ramadan mampu menghadirkan rasa keluarga bahkan ribuan kilometer dari tanah air.

