SulawesiPos.com – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu sarat dengan simbol dan filosofi.
Selain tradisi berkumpul bersama keluarga, terdapat sejumlah larangan yang masih dijaga hingga kini.
Pantangan ini diyakini berkaitan erat dengan keberuntungan di awal tahun baru.
Berikut 20 larangan saat Imlek yang perlu diketahui agar hidup dilimpahi keberkahan dan keberuntungan sepanjang tahun:
- Menyapu rumah
Menyapu di hari pertama dipercaya dapat “menyapu” rezeki yang baru datang.
- Membuang sampah
Sampah dianjurkan tidak dibuang pada hari H karena melambangkan membuang keberuntungan.
- Mencuci pakaian
Hari pertama dan kedua dianggap sebagai hari lahir dewa air, sehingga mencuci dihindari.
- Keramas
Rambut, dalam kepercayaan Cina selalu diasosiasikan dengan kekayaan, sehingga keramas dimaknai membuang rezeki.
- Menggunakan benda tajam
Pisau atau gunting dipercaya bisa memotong hoki dan hubungan baik antar sesama.
- Memakai baju hitam atau putih
Menurut kepercayaan, kedua warna ini identik dengan duka, sehingga harus dihindari saat perayaan.
- Memecahkan barang
Piring atau gelas pecah dianggap pertanda buruk bagi keharmonisan keluarga, jadi jangan melakukannya di awal tahun baru.
- Menangis
Tangisan dipercaya membawa kesedihan sepanjang tahun.
- Mengucapkan kata negatif
Ucapan buruk diyakini menarik energi sial.
- Menagih atau membayar utang
Memulai tahun dengan utang dianggap membawa kesulitan finansial.
- Membeli sepatu
Dalam pelafalan tertentu, sepatu diasosiasikan dengan kesulitan hidup.
- Sarapan bubur
Bubur melambangkan kemiskinan karena identik dengan makanan sederhana.
- Tidur siang
Dianggap simbol kemalasan yang bisa berdampak pada rezeki.
- Memberi angpao jumlah ganjil
Angka ganjil identik dengan duka, sedangkan genap melambangkan keberuntungan.
- Memberi hadiah jam atau payung
Bermakna perpisahan atau kematian dalam simbolik budaya Tionghoa.
- Membunuh hewan
Diyakini membawa energi kekerasan di awal tahun.
- Minum obat (kecuali darurat)
Dipercaya menandakan sakit sepanjang tahun.
- Stok beras kosong
Beras harus penuh sebagai simbol kemakmuran.
- Tidak membuka pintu dan jendela
Membuka akses rumah diyakini memudahkan rezeki masuk.
- Mengunjungi keluarga istri di hari pertama
Bagi yang sudah menikah, ini dianggap membawa kesialan bagi keluarga pria.
Meski tidak semua orang mempraktikkannya secara ketat, pantangan-pantangan ini tetap menjadi bagian penting dari kearifan budaya.
Lebih dari sekadar mitos, larangan tersebut mengandung pesan moral untuk memulai tahun dengan sikap positif, penuh syukur, dan harapan baik.

