SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa semua program prioritas pemerintah, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membuat anggaran belanja negara membengkak.
Ia bahkan mengungkapkan Indonesia hanya mengalami defisit 3 persen dari produk domestik bruto serta menjamin kondisi fiskal negara tetap dalam kondisi aman.
Hal tersebut ia sampaikan dalam pidatonya di acara peresmian dan groundbreaking 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Sang kepala negara juga menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada pada koridor yang telah ditetapkan, meski program MBG dijalankan.
“APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri. Jadi, 3 persen defisit kita, 3 persen dari PDB,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Prabowo menilai program MBG sebagai program penting untuk masyarakat berpendapatan rendah.
Ia menyatakan MBG memang tidak dirasakan manfaatnya oleh kelompok masyarakat mampu, tetapi akan sangat dibutuhkan oleh mayoritas rakyat Indonesia.
Dana dari Efisiensi
Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengatakan bahwa program ini memang mendapat berbagai kritik dan ejekan, termasuk dari kalangan akademisi sejak pertama diluncurkan.
Dalam kesempatan yang sama, ia menuturkan terdapat pihak-pihak yang meramalkan program tersebut akan gagal dan hanya menghamburkan uang negara.
Ia pun menilai tudingan tersebut tidak memiliki alasan yang kuat sebab pendanaan program MBG berasal dari hasil efisiensi anggaran pemerintah.

