Menko Pangan Zulhas Hadiri Panen Raya di Maros, Optimistis Produksi Beras Tembus 4 Juta Ton Tahun Ini

Overview

  • Panen Raya dan peluncuran program serap gabah digelar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
  • Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai target produksi 4 juta ton setara beras tahun ini realistis, seiring naiknya produksi dan penguatan peran Bulog serta TNI di lapangan.

SulawesiPos.com, Maros – Upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui Panen Raya dan Launching Serap Gabah yang berlangsung di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini menandai sinergi pusat dan daerah dalam menjaga produksi serta harga gabah petani.

Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Bupati Maros AS Chaidir Syam, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Kepala Bulog Pusat (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, dan perwakilan Bulog Wilayah Sulselbar, bersama jajaran TNI serta kelompok tani.

Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa kehadiran TNI sangat berpengaruh dalam mengamankan harga gabah di tingkat petani yang sebelumnya sempat ditekan oleh tengkulak.

BACA JUGA:  Bulog Sulselbar Siapkan 11 Gudang Baru, Perkuat Cadangan Pangan Nasional

“Kemarin kalau tidak dibantu TNI, harga gabah masih ditekan. Setelah Dandim dan Babinsa turun langsung, alhamdulillah harga sudah sesuai standar,” kata Zulkifli Hasan.

Produksi Naik, Target Dinilai Realistis

Menko Pangan menegaskan pemerintah optimistis terhadap pencapaian produksi beras nasional tahun ini.

Ketua Umum PAN menyebut capaian tahun lalu yang telah menembus lebih dari 3 juta ton menjadi modal kuat untuk meningkatkan target.

“Tahun lalu sudah lebih dari 3 juta ton. Tahun ini kita targetkan 4 juta ton setara beras. Insyaallah tercapai karena produksi juga meningkat. Kalau Bulog menyerap 4 juta ton, itu wajar, bahkan saya yakin bisa lebih,” ujarnya.

Menurut Zulhas, peningkatan produksi di daerah sentra seperti Sulawesi Selatan menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan stok beras nasional.

Birokrasi Pupuk Dipangkas

Menanggapi keluhan petani terkait pupuk subsidi, Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah telah melakukan penyederhanaan besar-besaran regulasi melalui Instruksi Presiden.

“Dulu ada 144 aturan yang membuat pupuk sulit sampai ke petani. Sekarang kita sederhanakan. Hanya tiga jalur: Kementerian Pertanian, pabrik pupuk, dan langsung ke rakyat. Tidak boleh ada lagi aturan yang menghambat produktivitas,” tegasnya.

BACA JUGA:  Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, BULOG Sulselbar Masuk Barisan Terdepan Penopang Nasional

Gudang Pangan Baru untuk Sulsel

Sebagai bentuk dukungan terhadap daerah penghasil pangan, pemerintah pusat juga merencanakan pembangunan infrastruktur logistik di Sulawesi Selatan.

Pemerintah akan membangun:

  • Satu gudang pangan baru di Kabupaten Maros

  • Satu gudang pangan baru di Kabupaten Gowa

Fasilitas ini diharapkan memperkuat distribusi dan penyimpanan beras di wilayah penyangga Makassar serta menjaga kualitas stok nasional yang kini mencapai sekitar 3 juta ton.

“Kedaulatan pangan adalah kehormatan bangsa. Tidak ada bangsa yang bermartabat jika kebutuhan makannya masih bergantung pada pihak lain,” tutup Zulkifli Hasan.

Overview

  • Panen Raya dan peluncuran program serap gabah digelar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
  • Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai target produksi 4 juta ton setara beras tahun ini realistis, seiring naiknya produksi dan penguatan peran Bulog serta TNI di lapangan.

SulawesiPos.com, Maros – Upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui Panen Raya dan Launching Serap Gabah yang berlangsung di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini menandai sinergi pusat dan daerah dalam menjaga produksi serta harga gabah petani.

Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Bupati Maros AS Chaidir Syam, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Kepala Bulog Pusat (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, dan perwakilan Bulog Wilayah Sulselbar, bersama jajaran TNI serta kelompok tani.

Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa kehadiran TNI sangat berpengaruh dalam mengamankan harga gabah di tingkat petani yang sebelumnya sempat ditekan oleh tengkulak.

BACA JUGA:  Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, BULOG Sulselbar Masuk Barisan Terdepan Penopang Nasional

“Kemarin kalau tidak dibantu TNI, harga gabah masih ditekan. Setelah Dandim dan Babinsa turun langsung, alhamdulillah harga sudah sesuai standar,” kata Zulkifli Hasan.

Produksi Naik, Target Dinilai Realistis

Menko Pangan menegaskan pemerintah optimistis terhadap pencapaian produksi beras nasional tahun ini.

Ketua Umum PAN menyebut capaian tahun lalu yang telah menembus lebih dari 3 juta ton menjadi modal kuat untuk meningkatkan target.

“Tahun lalu sudah lebih dari 3 juta ton. Tahun ini kita targetkan 4 juta ton setara beras. Insyaallah tercapai karena produksi juga meningkat. Kalau Bulog menyerap 4 juta ton, itu wajar, bahkan saya yakin bisa lebih,” ujarnya.

Menurut Zulhas, peningkatan produksi di daerah sentra seperti Sulawesi Selatan menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan stok beras nasional.

Birokrasi Pupuk Dipangkas

Menanggapi keluhan petani terkait pupuk subsidi, Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah telah melakukan penyederhanaan besar-besaran regulasi melalui Instruksi Presiden.

“Dulu ada 144 aturan yang membuat pupuk sulit sampai ke petani. Sekarang kita sederhanakan. Hanya tiga jalur: Kementerian Pertanian, pabrik pupuk, dan langsung ke rakyat. Tidak boleh ada lagi aturan yang menghambat produktivitas,” tegasnya.

BACA JUGA:  Melalui Rapat Persiapan, BULOG Sulselbar Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan 2026

Gudang Pangan Baru untuk Sulsel

Sebagai bentuk dukungan terhadap daerah penghasil pangan, pemerintah pusat juga merencanakan pembangunan infrastruktur logistik di Sulawesi Selatan.

Pemerintah akan membangun:

  • Satu gudang pangan baru di Kabupaten Maros

  • Satu gudang pangan baru di Kabupaten Gowa

Fasilitas ini diharapkan memperkuat distribusi dan penyimpanan beras di wilayah penyangga Makassar serta menjaga kualitas stok nasional yang kini mencapai sekitar 3 juta ton.

“Kedaulatan pangan adalah kehormatan bangsa. Tidak ada bangsa yang bermartabat jika kebutuhan makannya masih bergantung pada pihak lain,” tutup Zulkifli Hasan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru