Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak maskapai maupun otoritas terkait mengenai isi curhatan warganet tersebut.
Sementara itu, proses investigasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulsel masih terus berjalan sesuai prosedur keselamatan penerbangan.
Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026).
Pesawat hilang kontak saat bersiap menjalani prosedur pendaratan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sekitar pukul 13.17 Wita.
Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.
Setelah dilakukan pencarian, pesawat ditemukan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Maros-Pangkep.
Operasi pencarian dan evakuasi korban berlangsung selama tujuh hari berturut-turut.
Pada hari ke-7, Jumat (23/1), seluruh korban berhasil ditemukan dan operasi pencarian resmi ditutup.
“Alhamdulillah, berkat doa seluruh warga Indonesia, hari ini pukul 08.33 Wita kami menerima laporan dari tim tombak Yonif 433 Kostrad bersama tim SAR gabungan bahwa seluruh korban telah ditemukan,” ujar Dody di Posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep. (eki/tar)

