27 C
Makassar
18 January 2026, 17:38 PM WITA

Machado Menawarkan Hadiahnya kepada Trump, Komite Nobel Merespon Tegas!

SulawesiPos.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan bertemu dengan tokoh oposisi Venezuela María Corina Machado dan bersedia menerima Hadiah Nobel Perdamaian apabila penghargaan tersebut ditawarkan kepadanya secara langsung.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News pada 8 Januari, ketika ia menyebut bahwa menerima Hadiah Nobel dari Machado akan menjadi sebuah kehormatan besar.

Namun, Komite Nobel Norwegia segera menegaskan bahwa Hadiah Nobel tidak dapat dibagikan, dialihkan, maupun dipindahkan kepada pihak lain setelah diumumkan secara resmi.

Institut Nobel Norwegia menyatakan bahwa keputusan pemberian Hadiah Nobel bersifat final dan berlaku untuk selamanya tanpa pengecualian apa pun.

Penegasan tersebut muncul setelah Machado menyampaikan niatnya untuk memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Trump sebagai bentuk rasa terima kasih rakyat Venezuela atas peran Amerika Serikat dalam penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Trump mengonfirmasi bahwa Machado dijadwalkan berkunjung ke Washington dalam waktu dekat dan ia menantikan pertemuan tersebut.

Machado sebelumnya menerima Hadiah Nobel Perdamaian melalui perwakilan keluarganya dan menyatakan bahwa penghargaan itu merupakan simbol aspirasi kolektif rakyat Venezuela.

Baca Juga: 
Ratusan Madrasah Terdampak Bencana di Aceh Siap Belajar Tatap Muka Besok

Dalam pernyataannya, Machado menyebut keinginan untuk berbagi Hadiah Nobel dengan Trump sebagai ungkapan terima kasih atas apa yang ia sebut sebagai misi berani yang mengakhiri kekuasaan Maduro.

Trump sendiri telah lama secara terbuka menginginkan Hadiah Nobel Perdamaian dan mengklaim perannya dalam penyelesaian sejumlah konflik internasional, sebagaimana dilaporkan The Washington Post pada 10 Januari.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa ia tidak mendukung Machado untuk memimpin Venezuela dan meragukan dukungan serta legitimasi politiknya di dalam negeri.

Machado menyatakan bahwa jika pemilihan umum digelar secara bebas, ia meyakini akan memenangkan kursi kepresidenan Venezuela dengan kemenangan telak.

SulawesiPos.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan bertemu dengan tokoh oposisi Venezuela María Corina Machado dan bersedia menerima Hadiah Nobel Perdamaian apabila penghargaan tersebut ditawarkan kepadanya secara langsung.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News pada 8 Januari, ketika ia menyebut bahwa menerima Hadiah Nobel dari Machado akan menjadi sebuah kehormatan besar.

Namun, Komite Nobel Norwegia segera menegaskan bahwa Hadiah Nobel tidak dapat dibagikan, dialihkan, maupun dipindahkan kepada pihak lain setelah diumumkan secara resmi.

Institut Nobel Norwegia menyatakan bahwa keputusan pemberian Hadiah Nobel bersifat final dan berlaku untuk selamanya tanpa pengecualian apa pun.

Penegasan tersebut muncul setelah Machado menyampaikan niatnya untuk memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Trump sebagai bentuk rasa terima kasih rakyat Venezuela atas peran Amerika Serikat dalam penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Trump mengonfirmasi bahwa Machado dijadwalkan berkunjung ke Washington dalam waktu dekat dan ia menantikan pertemuan tersebut.

Machado sebelumnya menerima Hadiah Nobel Perdamaian melalui perwakilan keluarganya dan menyatakan bahwa penghargaan itu merupakan simbol aspirasi kolektif rakyat Venezuela.

Baca Juga: 
Polda Metro Jaya Resmi Hentikan Penyelidikan Kematian Arya Daru

Dalam pernyataannya, Machado menyebut keinginan untuk berbagi Hadiah Nobel dengan Trump sebagai ungkapan terima kasih atas apa yang ia sebut sebagai misi berani yang mengakhiri kekuasaan Maduro.

Trump sendiri telah lama secara terbuka menginginkan Hadiah Nobel Perdamaian dan mengklaim perannya dalam penyelesaian sejumlah konflik internasional, sebagaimana dilaporkan The Washington Post pada 10 Januari.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa ia tidak mendukung Machado untuk memimpin Venezuela dan meragukan dukungan serta legitimasi politiknya di dalam negeri.

Machado menyatakan bahwa jika pemilihan umum digelar secara bebas, ia meyakini akan memenangkan kursi kepresidenan Venezuela dengan kemenangan telak.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/