Menteri Amran pengusaha sukses, beliau jadi menteri adalah pengorbanan.
Dia tidur 3-4 jam sehari. Saya kadang-kadang prihatin tapi saya dalam hati juga merasa bangga,” ucapnya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada petani. Ia menceritakan histori selama menjadi TNI dan mengungkapkan dukungan petani untuk bangsa Indonesia.
“Sy masuk tentara tahun 1970. Tapi saya merasakan setiap saya latihan di desa-desa, petani memberi minuman dan makanan kepada kami.
Waktu kita menyatakan kemerdekaan 17 Agustus 1945, tidak ada anggaran, tetapi ada petani yang beri makan tentara. Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani,” ungkapnya.
Sebelumnya, di hadapan ribuan petani dan jajaran pemerintah, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya umumkan Indonesia telah berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan.
Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” tegasnya.
Presiden Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar capaian teknis, melainkan tonggak penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Ia menegaskan, tidak ada negara yang benar-benar merdeka jika kebutuhan pangannya bergantung pada bangsa lain.
Pengumuman tersebut diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA) November 2025 yang memprediksi produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi domestik.
Prediksi ini juga sejalan dengan laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN, melampaui Thailand dan Vietnam.
Presiden Prabowo menegaskan, pencapaian ini lahir dari keberanian mengambil keputusan besar dan keberpihakan nyata kepada petani.
Mulai dari penyederhanaan regulasi pupuk, penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, modernisasi alat mesin pertanian, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, hingga kebijakan penyerapan gabah langsung dari petani oleh BULOG dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa swasembada pangan bukan akhir, melainkan awal dari lompatan besar sektor pertanian.
Setelah beras, pemerintah menargetkan swasembada jagung, singkong, bawang putih, hingga penguatan sektor peternakan dan perikanan agar rakyat Indonesia mendapatkan protein yang cukup dan terjangkau.
“Kalau ada yang nyinyir, kita jawab dengan kerja dan bukti.
Tahun ini swasembada, tahun-tahun ke depan kita swasembada lagi,” kata Presiden disambut tepuk tangan petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kepemimpinan Presiden Prabowo yang tegas dan berpihak kepada petani.
“Atas nama petani Indonesia, kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Bapak Presiden.
Harga gabah naik, harga pupuk turun, pupuk tersedia. Swasembada ini adalah kerja kolektif seluruh petani Indonesia dengan dukungan penuh Presiden,” ujar Mentan Amran.

