Produksi dan ekspor minyak Venezuela yang dua dekade lalu melampaui tiga juta barel per hari kini anjlok hingga di bawah satu juta barel per hari.
Penurunan tajam tersebut disebabkan minimnya investasi jangka panjang yang membuat infrastruktur sektor energi Venezuela rusak parah.
Pemerintahan Trump menolak pandangan analis dan pelaku industri yang menyatakan bahwa pemulihan cepat sektor minyak Venezuela memerlukan waktu bertahun-tahun.
Pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa penggunaan peralatan dan teknologi baru memungkinkan peningkatan produksi dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat yang masih aktif beroperasi di ladang minyak Venezuela.
Trump juga menyebut bahwa industri minyak Amerika Serikat berpotensi memperluas operasinya di Venezuela dalam waktu kurang dari 18 bulan melalui dukungan subsidi.
Ia mengatakan ekspansi tersebut membutuhkan investasi besar yang akan ditanggung perusahaan minyak dan kemudian dikembalikan melalui mekanisme pendapatan.
Trump menegaskan bahwa peningkatan produksi minyak Venezuela dapat membantu menekan biaya energi bagi masyarakat Amerika Serikat.
Menurutnya, pasokan minyak tambahan akan ikut membuat harga energi global semakin turun dan menguntungkan konsumen domestik di negaranya.
Meski demikian, sejumlah analis menilai bahwa pemulihan sektor minyak Venezuela menghadapi hambatan besar akibat infrastruktur yang rusak parah.

