Tawuran di Makassar Tewaskan Pemuda 22 Tahun, Korban Kena Tebas Parang

SulawesiPos.com – Tawuran antarkelompok pemuda di Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menewaskan Khairil (22), Kamis (15/10/2026) dini hari.

Korban meninggal dunia setelah terkena tebasan parang saat bentrokan berlangsung.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Achmad, mengatakan korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan.

“Pada saat terjadi perang kelompok, ada korban yang kena tebas parang. Kemudian dia dibawa ke rumah sakit, dalam perjalanan dia meninggal dunia,” ungkap Jafar kepada wartawan, dikutip Jumat (16/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 Wita dan melibatkan kelompok pemuda Rajawali Rusun dan Kokolojia.

Bentrokan bermula saat pemuda Rajawali Rusun sedang berkumpul di sebuah warung, kemudian didatangi kelompok Kokolojia.

Menurut Jafar, pemuda Kokolojia menggeber gas sepeda motor hingga memicu ketersinggungan. Situasi itu kemudian dilaporkan berujung pada penganiayaan di lokasi kejadian.

Polisi sempat mendatangi lokasi dan mengarahkan pihak yang mengaku menjadi korban penganiayaan untuk melapor ke Polsek Mariso.

BACA JUGA:  Perawat di Makassar Diduga Dilecehkan Teman Suami, Pelaku Ditangkap Polisi

Polisi Bubarkan Tawuran

Bentrokan kembali pecah ketika kelompok yang diduga mengalami penganiayaan kembali ke lokasi dan mendapati pemuda Kokolojia masih berada di tempat tersebut.

“Pada saat mereka kembali ke tempat semula masih ada pihak-pihak atau anak-anak yang motor ini yaitu Kokolojia, kemudian di situlah terjadi perang kelompok,” tutur Jafar.

Dalam tawuran tersebut, Khairil dari kelompok Kokolojia terkena tebasan parang. Polisi kemudian turun ke lokasi untuk membubarkan kedua kelompok yang bertikai.

Jafar menambahkan, kelompok Kokolojia merupakan pihak yang lebih dahulu mendatangi kelompok Rajawali Rusun sebelum keributan berkembang menjadi tawuran.

SulawesiPos.com – Tawuran antarkelompok pemuda di Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menewaskan Khairil (22), Kamis (15/10/2026) dini hari.

Korban meninggal dunia setelah terkena tebasan parang saat bentrokan berlangsung.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Achmad, mengatakan korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan.

“Pada saat terjadi perang kelompok, ada korban yang kena tebas parang. Kemudian dia dibawa ke rumah sakit, dalam perjalanan dia meninggal dunia,” ungkap Jafar kepada wartawan, dikutip Jumat (16/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 Wita dan melibatkan kelompok pemuda Rajawali Rusun dan Kokolojia.

Bentrokan bermula saat pemuda Rajawali Rusun sedang berkumpul di sebuah warung, kemudian didatangi kelompok Kokolojia.

Menurut Jafar, pemuda Kokolojia menggeber gas sepeda motor hingga memicu ketersinggungan. Situasi itu kemudian dilaporkan berujung pada penganiayaan di lokasi kejadian.

Polisi sempat mendatangi lokasi dan mengarahkan pihak yang mengaku menjadi korban penganiayaan untuk melapor ke Polsek Mariso.

BACA JUGA:  Todong Mahasiswi Pakai Pisau di Kos Makassar, Pria 28 Tahun Ditangkap

Polisi Bubarkan Tawuran

Bentrokan kembali pecah ketika kelompok yang diduga mengalami penganiayaan kembali ke lokasi dan mendapati pemuda Kokolojia masih berada di tempat tersebut.

“Pada saat mereka kembali ke tempat semula masih ada pihak-pihak atau anak-anak yang motor ini yaitu Kokolojia, kemudian di situlah terjadi perang kelompok,” tutur Jafar.

Dalam tawuran tersebut, Khairil dari kelompok Kokolojia terkena tebasan parang. Polisi kemudian turun ke lokasi untuk membubarkan kedua kelompok yang bertikai.

Jafar menambahkan, kelompok Kokolojia merupakan pihak yang lebih dahulu mendatangi kelompok Rajawali Rusun sebelum keributan berkembang menjadi tawuran.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru