Bupati Bone Imbau Warga Gunakan Masker dan Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem

SulawesiPos.com – Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman SSos MM mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Bone untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak polusi udara di tengah cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta menjaga kesehatan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan guna menghindari gangguan pernapasan.

Imbauan tersebut sejalan dengan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar per 13 Oktober 2026, yang menyebutkan bahwa kualitas udara di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan berada dalam kategori tidak sehat hingga sedang.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama karena paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk iritasi mata, batuk, hingga gangguan pernapasan.

Imbauan kesehatan tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 100.3.4/13819/DINKES tertanggal 7 Oktober 2026.

Salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan adalah menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya saat kualitas udara memburuk dan ketika berada di tempat keramaian.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin tidak sehat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis.

BACA JUGA:  Bantuan Kemensos untuk Penyandang Disabilitas di Bone Cair, Nilainya Rp2 Juta Hingga Rp4 Juta

“Masyarakat agar menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan rutin berolahraga. Termasuk mengkonsumsi makanan bergizi,” tukasnya saat dikonfirmasi SulawesiPos.com, Selasa (13/10/2026).

Jaga Imunitas dan Cukupi Kebutuhan Cairan

Dinas Kesehatan Kabupaten Bone turut mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Masyarakat dianjurkan mengonsumsi air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi, menjaga pola makan bergizi seimbang, melakukan olahraga ringan, serta memenuhi kebutuhan tidur.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan pada cuaca terik juga disarankan melindungi diri menggunakan payung atau topi serta mengenakan pakaian longgar yang menyerap keringat.

“Apabila mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan polusi udara, masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tambah Plt Kadis Kesehatan Bone, drg Yusuf Tolo.

Diketahui, kabut menyelimuti sebagian besar wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa pagi (13/10/2026).

BACA JUGA:  Bone Cetak Sejarah Jadi Tuan Rumah Perdana MAXI DAY Yamaha 2026 Sulselbar

Kondisi ini menjadi perhatian menyusul laporan kualitas udara di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan yang masuk kategori tidak sehat berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar.

Kabut terpantau di Kota Watampone, Kecamatan Tellu Siattinge, Kecamatan Dua Boccoe hingga Kecamatan Ajangale.

“Berkabutmi juga Bone, lumayan merata kabutnya,” ucap Warda salah seorang warga Kota Watampone.

Salah seorang warga lainnya, Ilham juga mengakui adanya kabut asap di desanya.

“Pagi ini langit diselimuti kabut. Jarak pandang juga terbatas,” ungkap warga Desa Solo Kecamatan Dua Boccoe ini.

Berdasarkan rilis BMKG, kualitas udara per 13 Oktober 2026, Kabupaten Bone termasuk dalam wilayah zona kuning bersama 11 wilayah di Sulawesi Selatan lainnya. Sementara itu, 12 wilayah lainnya tercatat berada dalam kategori sedang.

Kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan polusi udara bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. (kar)

BACA JUGA:  BerAmal Jawab Kebutuhan Masyarakat di Tiga Kecamatan di Bone, Ruas Wellulang–Ulo Mulus

SulawesiPos.com – Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman SSos MM mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Bone untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak polusi udara di tengah cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta menjaga kesehatan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan guna menghindari gangguan pernapasan.

Imbauan tersebut sejalan dengan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar per 13 Oktober 2026, yang menyebutkan bahwa kualitas udara di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan berada dalam kategori tidak sehat hingga sedang.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama karena paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk iritasi mata, batuk, hingga gangguan pernapasan.

Imbauan kesehatan tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 100.3.4/13819/DINKES tertanggal 7 Oktober 2026.

Salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan adalah menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya saat kualitas udara memburuk dan ketika berada di tempat keramaian.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin tidak sehat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis.

BACA JUGA:  Bone Cetak Sejarah Jadi Tuan Rumah Perdana MAXI DAY Yamaha 2026 Sulselbar

“Masyarakat agar menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan rutin berolahraga. Termasuk mengkonsumsi makanan bergizi,” tukasnya saat dikonfirmasi SulawesiPos.com, Selasa (13/10/2026).

Jaga Imunitas dan Cukupi Kebutuhan Cairan

Dinas Kesehatan Kabupaten Bone turut mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Masyarakat dianjurkan mengonsumsi air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi, menjaga pola makan bergizi seimbang, melakukan olahraga ringan, serta memenuhi kebutuhan tidur.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan pada cuaca terik juga disarankan melindungi diri menggunakan payung atau topi serta mengenakan pakaian longgar yang menyerap keringat.

“Apabila mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan polusi udara, masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tambah Plt Kadis Kesehatan Bone, drg Yusuf Tolo.

Diketahui, kabut menyelimuti sebagian besar wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa pagi (13/10/2026).

BACA JUGA:  Irigasi Perpipaan Modern Segera Dibangun, 3.400 Hektare Sawah di Tiga Desa Bone Bakal Dialiri

Kondisi ini menjadi perhatian menyusul laporan kualitas udara di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan yang masuk kategori tidak sehat berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar.

Kabut terpantau di Kota Watampone, Kecamatan Tellu Siattinge, Kecamatan Dua Boccoe hingga Kecamatan Ajangale.

“Berkabutmi juga Bone, lumayan merata kabutnya,” ucap Warda salah seorang warga Kota Watampone.

Salah seorang warga lainnya, Ilham juga mengakui adanya kabut asap di desanya.

“Pagi ini langit diselimuti kabut. Jarak pandang juga terbatas,” ungkap warga Desa Solo Kecamatan Dua Boccoe ini.

Berdasarkan rilis BMKG, kualitas udara per 13 Oktober 2026, Kabupaten Bone termasuk dalam wilayah zona kuning bersama 11 wilayah di Sulawesi Selatan lainnya. Sementara itu, 12 wilayah lainnya tercatat berada dalam kategori sedang.

Kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan polusi udara bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. (kar)

BACA JUGA:  Bupati Bone Bantu Korban Kebakaran di Sanrangeng, Rp165 Juta untuk Warga Terdampak

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru