Siapa Dr Akhirman, Putra Soppeng yang Jadi Direktur Eksekutif PT Pelindo Regional 4

kiri)SulawesiPos.com – Dr Akhirman SH MH resmi dipercaya sebagai Executive Director PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 pada awal Oktober 2026, menggantikan Abdul Azis. Penunjukan itu membuka babak baru perjalanan profesional putra Lakibong, Soppeng, yang sebelumnya berkarier di bidang hukum korporasi dan operasi-komersial Pelindo.

Pergantian kepemimpinan itu menempatkan Akhirman sebagai pejabat yang bertanggung jawab mengawal operasional Pelindo Regional 4, termasuk kualitas layanan terminal penumpang dan hubungan kelembagaan dengan aparat penegak hukum serta pemangku kepentingan pelabuhan.

Dalam waktu sekitar sepekan setelah dilantik, Akhirman langsung menjalankan agenda koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Pertemuan tersebut membahas penyelesaian persoalan aset dan lahan, aspek hukum operasional pelabuhan, serta penguatan tata kelola perusahaan.

Akhirman diterima Kepala Kejati Sulsel Muhammad Syarifuddin di Kantor Kejati Sulsel pada Kamis (8/10/2026). Ia hadir bersama jajaran manajemen Pelindo Regional 4 dan sejumlah pimpinan anak usaha Pelindo.

Dalam pertemuan dengan Kejati Sulsel, Akhirman menyampaikan pentingnya peran Jaksa Pengacara Negara dalam mendampingi kegiatan operasional Pelindo.

“Kami sangat merasakan betapa besar peran JPN dalam mengawal dan mengamankan kinerja operasional kami di lapangan,” ungkap Akhirman.

Kejati Sulsel menyatakan kesiapan memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan pendampingan melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Pembahasan itu juga mencakup percepatan penyelesaian sengketa lahan serta pengamanan dan pemulihan aset PT Pelindo.

Lahir di Soppeng, Menekuni Dunia Pelabuhan

Akhirman lahir di Lakibong, Kabupaten Soppeng, pada 8 September 1979. Ia menempuh pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Pada 13 November 2023, ia menyelesaikan ujian promosi doktor di Ruang Promosi lantai tiga FH Unhas, Tamalanrea, Makassar.

BACA JUGA:  Abu Dhabi Ports Group Jajaki Investasi Strategis di Makassar New Port, Perkuat Peran Indonesia Timur

Dalam ujian tersebut, Akhirman mempertahankan disertasi berjudul “Politik Hukum Pengelolaan Pelabuhan Komersial di Indonesia Oleh Badan Usaha Milik Negara”.

Disertasi itu memperlihatkan keterkaitan antara latar belakang akademiknya di bidang hukum dan pengalaman profesionalnya dalam pengelolaan pelabuhan serta perusahaan yang berada di lingkungan Pelindo Group.

Dalam kesimpulan disertasinya, Akhirman membahas pergeseran paradigma dalam politik hukum pengelolaan pelabuhan komersial di Indonesia berdasarkan konstruksi hukum Undang-Undang Pelayaran.

Ia menilai pengelolaan pelabuhan komersial harus dijalankan oleh badan usaha pelabuhan, baik badan usaha milik negara maupun bukan badan usaha milik negara, dengan prinsip sehat, wajar, efisien, dan transparan.

“Padahal fungsi pengelolaan adalah bentuk penguasaan negara pada peringkat pertama dan paling utama untuk mencapai sebesar-besar kemakmuran rakyat,” kata Akhirman saat memaparkan hasil disertasinya.

Dari Bidang Hukum ke Operasi Pelabuhan

Sebelum dipercaya memimpin Regional 4, Akhirman tercatat sebagai Group Head Hukum PT Pelindo. Posisi tersebut menempatkannya dalam urusan kepastian hukum, koordinasi kelembagaan, dan dukungan hukum terhadap aktivitas bisnis kepelabuhanan.

Pada November 2023, ia juga diberitakan menjabat Direktur Operasi dan Komersial PT Intan Sejahtera Utama, salah satu perusahaan dalam Pelindo Group. Jabatan itu mempertemukan fungsi operasi, layanan, dan kepentingan komersial dalam pengelolaan usaha kepelabuhanan.

Dalam agenda sinergi Pelindo dengan Forkopimda Sulawesi Selatan pada Mei 2025, Akhirman tampil sebagai Group Head Hukum Pelindo. Ia menyampaikan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan kejaksaan, kepolisian, TNI, KSOP, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Dari sisi korporasi, kami sangat terbantu jika terdapat komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang solid dengan instansi seperti kejaksaan, kepolisian, TNI, hingga KSOP,” ujar Akhirman.

BACA JUGA:  Pelabuhan Makassar Diprediksi Jadi Pusat Mudik Laut, Penumpang Lebaran 2026 Tembus 132 Ribu

Ia menyebut kepastian hukum dan kejelasan regulasi sebagai fondasi transformasi Pelindo menjadi penyedia jasa kepelabuhanan yang modern dan berkelas dunia. Pendekatan kolaboratif, menurut dia, diperlukan untuk mencegah potensi sengketa dan memperkuat peran hukum dalam melindungi aktivitas bisnis.

Pengalaman Menarik di Ruang Akademik

Pengalaman paling menonjol dalam perjalanan Akhirman terjadi ketika ia membawa persoalan pengelolaan pelabuhan komersial ke ruang akademik melalui disertasi doktoralnya.

Riset tersebut tidak berhenti pada pembahasan normatif, tetapi mengulas hubungan antara negara, otoritas pelabuhan, dan badan usaha pelabuhan dalam sistem konsesi, kerja sama, serta pelimpahan pengelolaan.

Akhirman membahas posisi negara dan badan usaha pelabuhan dalam hubungan keperdataan yang berkaitan dengan pengelolaan pelabuhan komersial. Tema itu berhubungan langsung dengan pekerjaan profesionalnya di lingkungan Pelindo.

Pengalaman lain terlihat dari keterlibatannya dalam membangun komunikasi lintas lembaga. Sebelum menjadi Executive Director 4, ia telah terlibat dalam agenda koordinasi Pelindo dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran operasi serta layanan publik.

Agenda Awal sebagai Executive Director 4

Sebagai pimpinan baru Pelindo Regional 4, Akhirman menghadapi agenda yang mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan hukum, penyelesaian persoalan aset dan lahan, serta peningkatan kualitas pelayanan pelabuhan.

Pada 9 Oktober 2026, Akhirman menyampaikan capaian Pelindo Regional 4 dalam ajang Passenger Terminal Excellence Competition atau P-TEC 2026. Terminal Penumpang Tarakan meraih Juara I Kategori B, sedangkan Terminal Penumpang Bitung meraih Juara III Kategori A.

“Pengelolaan terminal penumpang tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pada upaya menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, tertib, bersih, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat pengguna jasa,” jelas Akhirman.

BACA JUGA:  36.798 Penumpang Padati Pelabuhan Makassar Jelang Lebaran 2026, Arus Mudik Mulai Meningkat

Ia berharap penghargaan tersebut memotivasi seluruh cabang Pelindo Regional 4 untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan secara merata di terminal penumpang yang dikelola perusahaan.

Rangkaian jabatan dan pengalaman tersebut menjadi rekam kerja Akhirman sebelum memimpin Pelindo Regional 4, dari fungsi hukum korporasi, operasi-komersial, koordinasi lintas lembaga, hingga pengelolaan layanan terminal.

Profil Dr Akhirman SH MH

• Nama: Dr Akhirman, S.H., M.H.
• Tempat, tanggal lahir: Lakibong, Kabupaten Soppeng, 8 September 1979.
• Jabatan terbaru: Executive Director 4 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4.
• Mulai menjabat: Sekitar awal Oktober 2026.
• Pejabat yang digantikan: Abdul Azis.
• Pendidikan: Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
• Waktu ujian promosi doktor: 13 November 2023.
• Judul disertasi: “Politik Hukum Pengelolaan Pelabuhan Komersial di Indonesia Oleh Badan Usaha Milik Negara”.
• Jabatan sebelumnya: Group Head Hukum PT Pelindo.
• Jabatan di Pelindo Group: Direktur Operasi dan Komersial PT Intan Sejahtera Utama.
• Fokus keahlian dan pengalaman: hukum korporasi, pengelolaan pelabuhan, operasi-komersial, tata kelola, kepatuhan, aset, serta koordinasi kelembagaan.
• Pengalaman menarik: meraih doktor dengan riset tentang politik hukum pengelolaan pelabuhan komersial dan kemudian dipercaya memimpin Pelindo Regional 4.
• Agenda awal jabatan baru: penyelesaian persoalan aset dan lahan, penguatan kepatuhan hukum, koordinasi dengan aparat penegak hukum, serta peningkatan kualitas layanan terminal.*

kiri)SulawesiPos.com – Dr Akhirman SH MH resmi dipercaya sebagai Executive Director PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 pada awal Oktober 2026, menggantikan Abdul Azis. Penunjukan itu membuka babak baru perjalanan profesional putra Lakibong, Soppeng, yang sebelumnya berkarier di bidang hukum korporasi dan operasi-komersial Pelindo.

Pergantian kepemimpinan itu menempatkan Akhirman sebagai pejabat yang bertanggung jawab mengawal operasional Pelindo Regional 4, termasuk kualitas layanan terminal penumpang dan hubungan kelembagaan dengan aparat penegak hukum serta pemangku kepentingan pelabuhan.

Dalam waktu sekitar sepekan setelah dilantik, Akhirman langsung menjalankan agenda koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Pertemuan tersebut membahas penyelesaian persoalan aset dan lahan, aspek hukum operasional pelabuhan, serta penguatan tata kelola perusahaan.

Akhirman diterima Kepala Kejati Sulsel Muhammad Syarifuddin di Kantor Kejati Sulsel pada Kamis (8/10/2026). Ia hadir bersama jajaran manajemen Pelindo Regional 4 dan sejumlah pimpinan anak usaha Pelindo.

Dalam pertemuan dengan Kejati Sulsel, Akhirman menyampaikan pentingnya peran Jaksa Pengacara Negara dalam mendampingi kegiatan operasional Pelindo.

“Kami sangat merasakan betapa besar peran JPN dalam mengawal dan mengamankan kinerja operasional kami di lapangan,” ungkap Akhirman.

Kejati Sulsel menyatakan kesiapan memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan pendampingan melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Pembahasan itu juga mencakup percepatan penyelesaian sengketa lahan serta pengamanan dan pemulihan aset PT Pelindo.

Lahir di Soppeng, Menekuni Dunia Pelabuhan

Akhirman lahir di Lakibong, Kabupaten Soppeng, pada 8 September 1979. Ia menempuh pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Pada 13 November 2023, ia menyelesaikan ujian promosi doktor di Ruang Promosi lantai tiga FH Unhas, Tamalanrea, Makassar.

BACA JUGA:  Abu Dhabi Ports Group Jajaki Investasi Strategis di Makassar New Port, Perkuat Peran Indonesia Timur

Dalam ujian tersebut, Akhirman mempertahankan disertasi berjudul “Politik Hukum Pengelolaan Pelabuhan Komersial di Indonesia Oleh Badan Usaha Milik Negara”.

Disertasi itu memperlihatkan keterkaitan antara latar belakang akademiknya di bidang hukum dan pengalaman profesionalnya dalam pengelolaan pelabuhan serta perusahaan yang berada di lingkungan Pelindo Group.

Dalam kesimpulan disertasinya, Akhirman membahas pergeseran paradigma dalam politik hukum pengelolaan pelabuhan komersial di Indonesia berdasarkan konstruksi hukum Undang-Undang Pelayaran.

Ia menilai pengelolaan pelabuhan komersial harus dijalankan oleh badan usaha pelabuhan, baik badan usaha milik negara maupun bukan badan usaha milik negara, dengan prinsip sehat, wajar, efisien, dan transparan.

“Padahal fungsi pengelolaan adalah bentuk penguasaan negara pada peringkat pertama dan paling utama untuk mencapai sebesar-besar kemakmuran rakyat,” kata Akhirman saat memaparkan hasil disertasinya.

Dari Bidang Hukum ke Operasi Pelabuhan

Sebelum dipercaya memimpin Regional 4, Akhirman tercatat sebagai Group Head Hukum PT Pelindo. Posisi tersebut menempatkannya dalam urusan kepastian hukum, koordinasi kelembagaan, dan dukungan hukum terhadap aktivitas bisnis kepelabuhanan.

Pada November 2023, ia juga diberitakan menjabat Direktur Operasi dan Komersial PT Intan Sejahtera Utama, salah satu perusahaan dalam Pelindo Group. Jabatan itu mempertemukan fungsi operasi, layanan, dan kepentingan komersial dalam pengelolaan usaha kepelabuhanan.

Dalam agenda sinergi Pelindo dengan Forkopimda Sulawesi Selatan pada Mei 2025, Akhirman tampil sebagai Group Head Hukum Pelindo. Ia menyampaikan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan kejaksaan, kepolisian, TNI, KSOP, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Dari sisi korporasi, kami sangat terbantu jika terdapat komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang solid dengan instansi seperti kejaksaan, kepolisian, TNI, hingga KSOP,” ujar Akhirman.

BACA JUGA:  Pelindo Prediksi Puncak Mudik di Pelabuhan Makassar H-3 Lebaran, Penumpang Tembus 40 Ribu

Ia menyebut kepastian hukum dan kejelasan regulasi sebagai fondasi transformasi Pelindo menjadi penyedia jasa kepelabuhanan yang modern dan berkelas dunia. Pendekatan kolaboratif, menurut dia, diperlukan untuk mencegah potensi sengketa dan memperkuat peran hukum dalam melindungi aktivitas bisnis.

Pengalaman Menarik di Ruang Akademik

Pengalaman paling menonjol dalam perjalanan Akhirman terjadi ketika ia membawa persoalan pengelolaan pelabuhan komersial ke ruang akademik melalui disertasi doktoralnya.

Riset tersebut tidak berhenti pada pembahasan normatif, tetapi mengulas hubungan antara negara, otoritas pelabuhan, dan badan usaha pelabuhan dalam sistem konsesi, kerja sama, serta pelimpahan pengelolaan.

Akhirman membahas posisi negara dan badan usaha pelabuhan dalam hubungan keperdataan yang berkaitan dengan pengelolaan pelabuhan komersial. Tema itu berhubungan langsung dengan pekerjaan profesionalnya di lingkungan Pelindo.

Pengalaman lain terlihat dari keterlibatannya dalam membangun komunikasi lintas lembaga. Sebelum menjadi Executive Director 4, ia telah terlibat dalam agenda koordinasi Pelindo dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran operasi serta layanan publik.

Agenda Awal sebagai Executive Director 4

Sebagai pimpinan baru Pelindo Regional 4, Akhirman menghadapi agenda yang mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan hukum, penyelesaian persoalan aset dan lahan, serta peningkatan kualitas pelayanan pelabuhan.

Pada 9 Oktober 2026, Akhirman menyampaikan capaian Pelindo Regional 4 dalam ajang Passenger Terminal Excellence Competition atau P-TEC 2026. Terminal Penumpang Tarakan meraih Juara I Kategori B, sedangkan Terminal Penumpang Bitung meraih Juara III Kategori A.

“Pengelolaan terminal penumpang tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pada upaya menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, tertib, bersih, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat pengguna jasa,” jelas Akhirman.

BACA JUGA:  Arus Mudik Meningkat H-5 Lebaran, Pelindo Regional IV Catat 308.473 Penumpang Kapal Laut

Ia berharap penghargaan tersebut memotivasi seluruh cabang Pelindo Regional 4 untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan secara merata di terminal penumpang yang dikelola perusahaan.

Rangkaian jabatan dan pengalaman tersebut menjadi rekam kerja Akhirman sebelum memimpin Pelindo Regional 4, dari fungsi hukum korporasi, operasi-komersial, koordinasi lintas lembaga, hingga pengelolaan layanan terminal.

Profil Dr Akhirman SH MH

• Nama: Dr Akhirman, S.H., M.H.
• Tempat, tanggal lahir: Lakibong, Kabupaten Soppeng, 8 September 1979.
• Jabatan terbaru: Executive Director 4 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4.
• Mulai menjabat: Sekitar awal Oktober 2026.
• Pejabat yang digantikan: Abdul Azis.
• Pendidikan: Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
• Waktu ujian promosi doktor: 13 November 2023.
• Judul disertasi: “Politik Hukum Pengelolaan Pelabuhan Komersial di Indonesia Oleh Badan Usaha Milik Negara”.
• Jabatan sebelumnya: Group Head Hukum PT Pelindo.
• Jabatan di Pelindo Group: Direktur Operasi dan Komersial PT Intan Sejahtera Utama.
• Fokus keahlian dan pengalaman: hukum korporasi, pengelolaan pelabuhan, operasi-komersial, tata kelola, kepatuhan, aset, serta koordinasi kelembagaan.
• Pengalaman menarik: meraih doktor dengan riset tentang politik hukum pengelolaan pelabuhan komersial dan kemudian dipercaya memimpin Pelindo Regional 4.
• Agenda awal jabatan baru: penyelesaian persoalan aset dan lahan, penguatan kepatuhan hukum, koordinasi dengan aparat penegak hukum, serta peningkatan kualitas layanan terminal.*

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru