Kualitas Udara Makassar Kurang Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

SulawesiPos.com – Kualitas udara di Makassar dan sekitarnya masih menjadi perhatian pada Jumat (9/10/2026), setelah dalam beberapa hari terakhir terpantau berada pada kategori sedang hingga kurang sehat.

Masyarakat diimbau mengurangi paparan polusi udara, terutama pada pagi hari, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Penurunan kualitas udara tersebut sebelumnya terpantau melalui pengamatan partikel debu halus atau PM2.5 di Stasiun Klimatologi (Staklim) Maros.

Indikator ini digunakan untuk memantau partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

Prakirawan BMKG, Asriani Idrus, pada Sabtu (3/10/2026) menjelaskan, konsentrasi PM2.5 cenderung meningkat pada malam hingga pagi hari. Kondisi udara biasanya mulai membaik ketika memasuki siang hari.

“Yang kurang sehatnya itu biasanya terjadi pada dini hari, tengah malam, hingga pagi hari sampai jam 11. Nah, pas jam 12 itu sudah kembali (normal),” ujarnya kepada wartawan di Kantor BMKG Sulsel.

BMKG sebelumnya juga menyebut, penurunan kualitas udara tersebut berpotensi berkaitan dengan partikel asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbawa perubahan arah angin.

BACA JUGA:  Update Cuaca Sulsel Besok: Cerah Berawan Pagi, Hujan Diprakirakan Turun Malam Hari

Pemprov Sulsel Imbau Warga Kurangi Paparan Polusi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerbitkan surat edaran gubernur yang berisi peningkatan kewaspadaan terhadap potensi penularan influenza dan gangguan pernapasan.

Kebijakan tersebut menyusul penurunan kualitas udara, termasuk peningkatan konsentrasi PM2.5 hingga kategori tidak sehat pada pemantauan sebelumnya.

PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru.

Paparan partikel ini berisiko menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma dan bronkitis.

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang bekerja di luar ruangan menjadi kelompok yang perlu lebih waspada terhadap paparan polusi udara.

Melalui surat edaran tersebut, masyarakat dianjurkan menggunakan masker medis atau masker dengan kemampuan filtrasi partikel yang sesuai, seperti N95 atau KN95, ketika beraktivitas di luar ruangan.

Warga juga diminta mengurangi aktivitas fisik berat di luar rumah, terutama ketika kualitas udara memburuk. Imbauan ini perlu diperhatikan oleh pekerja lapangan, termasuk pengemudi ojek daring dan pekerja konstruksi.

BACA JUGA:  Kualitas Udara Makassar Memburuk, BMKG Ungkap Potensi Asap Karhutla Terbawa Angin

Selain itu, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, serta mencukupi kebutuhan air putih.

Warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan, demam tinggi, atau keluhan yang berlanjut juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

SulawesiPos.com – Kualitas udara di Makassar dan sekitarnya masih menjadi perhatian pada Jumat (9/10/2026), setelah dalam beberapa hari terakhir terpantau berada pada kategori sedang hingga kurang sehat.

Masyarakat diimbau mengurangi paparan polusi udara, terutama pada pagi hari, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Penurunan kualitas udara tersebut sebelumnya terpantau melalui pengamatan partikel debu halus atau PM2.5 di Stasiun Klimatologi (Staklim) Maros.

Indikator ini digunakan untuk memantau partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

Prakirawan BMKG, Asriani Idrus, pada Sabtu (3/10/2026) menjelaskan, konsentrasi PM2.5 cenderung meningkat pada malam hingga pagi hari. Kondisi udara biasanya mulai membaik ketika memasuki siang hari.

“Yang kurang sehatnya itu biasanya terjadi pada dini hari, tengah malam, hingga pagi hari sampai jam 11. Nah, pas jam 12 itu sudah kembali (normal),” ujarnya kepada wartawan di Kantor BMKG Sulsel.

BMKG sebelumnya juga menyebut, penurunan kualitas udara tersebut berpotensi berkaitan dengan partikel asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbawa perubahan arah angin.

BACA JUGA:  Kualitas Udara Makassar Memburuk, BMKG Ungkap Potensi Asap Karhutla Terbawa Angin

Pemprov Sulsel Imbau Warga Kurangi Paparan Polusi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerbitkan surat edaran gubernur yang berisi peningkatan kewaspadaan terhadap potensi penularan influenza dan gangguan pernapasan.

Kebijakan tersebut menyusul penurunan kualitas udara, termasuk peningkatan konsentrasi PM2.5 hingga kategori tidak sehat pada pemantauan sebelumnya.

PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru.

Paparan partikel ini berisiko menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma dan bronkitis.

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang bekerja di luar ruangan menjadi kelompok yang perlu lebih waspada terhadap paparan polusi udara.

Melalui surat edaran tersebut, masyarakat dianjurkan menggunakan masker medis atau masker dengan kemampuan filtrasi partikel yang sesuai, seperti N95 atau KN95, ketika beraktivitas di luar ruangan.

Warga juga diminta mengurangi aktivitas fisik berat di luar rumah, terutama ketika kualitas udara memburuk. Imbauan ini perlu diperhatikan oleh pekerja lapangan, termasuk pengemudi ojek daring dan pekerja konstruksi.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulsel 16 Januari, Hujan Ringan Terjadi di Beberapa Wilayah

Selain itu, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, serta mencukupi kebutuhan air putih.

Warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan, demam tinggi, atau keluhan yang berlanjut juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru