Unhas Anugerahkan Doctor Honoris Causa kepada Xanana Gusmao, Ini Empat Alasannya

Alasan ketiga adalah transformasi Xanana dari pejuang menjadi negarawan. Setelah Timor-Leste merdeka, ia dinilai ikut berperan dalam pembangunan institusi, penguatan demokrasi, pembangunan nasional, serta memperjuangkan kepentingan negaranya melalui jalur hukum dan diplomasi.

Unhas melihat fase tersebut sebagai bukti bahwa perjuangan Xanana berlanjut dalam bentuk berbeda.

Tantangan setelah kemerdekaan ialah membangun negara dengan institusi dan demokrasi yang mampu memberikan harapan serta martabat bagi masyarakat.

4. Mewariskan Nilai Perdamaian

Pertimbangan keempat menyangkut nilai yang dibawa Xanana sepanjang perjalanan hidupnya.

Keberanian, keteguhan, rekonsiliasi, perdamaian, demokrasi, dan kemanusiaan dinilai sejalan dengan nilai yang dikembangkan Unhas.

“Unhas menghormati nilai yang diwakili seseorang. Dalam diri Xanana, kita menemukan keberanian yang berpadu dengan kerendahan hati, perjuangan yang berujung pada rekonsiliasi, serta kepemimpinan yang berpijak pada kemanusiaan,” jelas Prof. Hafid.

Keempat alasan tersebut menjadi dasar akademik Unhas dalam memberikan gelar Doctor Honoris Causa kepada Xanana.

Penghargaan itu sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap rekam jejak dan kontribusinya bagi Timor-Leste, kawasan, serta kemanusiaan.

BACA JUGA:  110 Pejabat Unhas Dilantik Rektor, Berikut Daftar Namanya

Selain itu, penganugerahan tersebut juga diarahkan menjadi pintu penguatan hubungan Indonesia-Timor Leste melalui jalur akademik.

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan kerja sama kedua negara dapat diperluas melalui pendidikan, penelitian, pertukaran pengetahuan, mobilitas mahasiswa, hingga jejaring alumni.

“Penganugerahan ini memiliki makna strategis bagi Unhas. Kita ingin memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste melalui pendidikan, penelitian, serta jejaring akademik,” kata Prof. JJ.

Alasan ketiga adalah transformasi Xanana dari pejuang menjadi negarawan. Setelah Timor-Leste merdeka, ia dinilai ikut berperan dalam pembangunan institusi, penguatan demokrasi, pembangunan nasional, serta memperjuangkan kepentingan negaranya melalui jalur hukum dan diplomasi.

Unhas melihat fase tersebut sebagai bukti bahwa perjuangan Xanana berlanjut dalam bentuk berbeda.

Tantangan setelah kemerdekaan ialah membangun negara dengan institusi dan demokrasi yang mampu memberikan harapan serta martabat bagi masyarakat.

4. Mewariskan Nilai Perdamaian

Pertimbangan keempat menyangkut nilai yang dibawa Xanana sepanjang perjalanan hidupnya.

Keberanian, keteguhan, rekonsiliasi, perdamaian, demokrasi, dan kemanusiaan dinilai sejalan dengan nilai yang dikembangkan Unhas.

“Unhas menghormati nilai yang diwakili seseorang. Dalam diri Xanana, kita menemukan keberanian yang berpadu dengan kerendahan hati, perjuangan yang berujung pada rekonsiliasi, serta kepemimpinan yang berpijak pada kemanusiaan,” jelas Prof. Hafid.

Keempat alasan tersebut menjadi dasar akademik Unhas dalam memberikan gelar Doctor Honoris Causa kepada Xanana.

Penghargaan itu sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap rekam jejak dan kontribusinya bagi Timor-Leste, kawasan, serta kemanusiaan.

BACA JUGA:  Syafiq, Mahasiswa Unhas Asal Nunukan, Lolos Panggung Megah Dangdut Academy 8

Selain itu, penganugerahan tersebut juga diarahkan menjadi pintu penguatan hubungan Indonesia-Timor Leste melalui jalur akademik.

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan kerja sama kedua negara dapat diperluas melalui pendidikan, penelitian, pertukaran pengetahuan, mobilitas mahasiswa, hingga jejaring alumni.

“Penganugerahan ini memiliki makna strategis bagi Unhas. Kita ingin memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste melalui pendidikan, penelitian, serta jejaring akademik,” kata Prof. JJ.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru