29 KK Terdampak Kebakaran Asrama TNI Mattoanging Masih Bertahan di Tenda

SulawesiPos.com — Sebanyak 29 kepala keluarga (KK) atau 93 jiwa terdampak kebakaran Asrama TNI Mattoanging, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, masih bertahan di tenda pengungsian sementara hingga Kamis (3/9/2026).

Sebelumnya, jumlah KK yang terdampak disebut sebanyak 19 KK. Namun, berdasarkan data terbaru, jumlah penghuni terdampak kini tercatat sebanyak 29 kepala keluarga (KK) atau 93 jiwa.

Kepala Asrama TNI Mattoanging, Yunus mengatakan, berdasarkan pendataan terbaru, terdapat 19 rumah yang terdampak kebakaran.

Dari jumlah tersebut, 17 rumah mengalami rusak berat, sementara dua rumah lainnya rusak ringan.

“Yang terdampak itu 19 rumah, yang 17 itu rusak berat, sedangkan 2 rusak ringan, KK 29, untuk jiwanya 93,” ujar Yunus kepada SulawesiPos.com, Kamis (3/9/2026).

Para penghuni terdampak hingga kini masih menempati tenda pengungsian sementara di sekitar lokasi kebakaran.

Belum diketahui sampai kapan mereka akan berada di lokasi tersebut.

“Mereka sampai saat ini masih di tempat (lapangan), untuk waktunya sampai dengan kapan, kami belum tahu,” ucap Yunus.

BACA JUGA:  Damkarmat Makassar Catat 86 Kebakaran Sepanjang 2026, Sebanyak 75 Rumah dan Bangunan Ludes Terbakar

Selama berada di pengungsian, kebutuhan makanan menjadi salah satu kebutuhan utama para korban.

Yunus menyebut sejumlah bantuan telah diterima dari berbagai pihak dan kemudian disalurkan kepada para penghuni terdampak sesuai kebutuhan.

“Kalau kebutuhan kita namanya hidup pasti mereka butuh mie, makanan siap saji untuk pagi, siang, dan malam, untuk bantuan yang kami dapat sudah, dari berbagai macam pihak kami sudah dapat dan kami sudah menyalurkan sesuai dengan indeks yang mereka terima,” ujar Yunus.

Bantuan yang telah diterima di antaranya telur, sarung, mi instan, beras, dan sejumlah kebutuhan lainnya.

Di tengah kondisi para penghuni yang masih bertahan di pengungsian, informasi mengenai relokasi ke hunian tetap juga belum diterima.

Kapendam Hasanuddin Kolonel (Arm) Andi Akbar membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi terkait relokasi hunian tetap bagi para penghuni yang terdampak kebakaran.

“Belum ada informasi terkait relokasi,” kata Andi Akbar ketika dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

BACA JUGA:  Penyebab Kebakaran Nipah Park Makassar Masih Diselidiki, Mal Buka Normal Senin Pukul 10.00 WITA

Pengungsi Memadati Tenda Pengungsian

Berdasarkan pantauan reporter di lokasi, kondisi pengungsi korban kebakaran Asrama TNI Mattoanging tampak memadati tenda pengungsian sementara di sekitar lokasi kejadian.

Mereka terlihat duduk dan beristirahat di kursi maupun di area tenda.

Sejumlah barang yang berhasil diselamatkan dari rumah masih tersusun di sekitar mereka.

Di dalam tenda juga terlihat tersedia kipas angin, kardus bantuan, perlengkapan tidur, pakaian, serta kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, kebakaran melanda Asrama Mattoanging, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Selasa (1/9/2026) siang.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, sedikitnya 35 rumah hangus dalam peristiwa tersebut.

Lokasi kebakaran berada di sudut Jalan Opu Daeng Risadju dan Jalan Padjonga Daeng Ngalle, kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai pertemuan Jalan Cenderawasih dan Jalan Kakatua.

Besarnya dampak kebakaran membuat Damkar Kota Makassar mengerahkan 25 unit armada untuk melakukan penanganan di lokasi.

Selain armada, sebanyak 78 personel pemadam dan rescue diterjunkan untuk memadamkan api serta menangani kondisi di sekitar lokasi kebakaran.

BACA JUGA:  Kebakaran Terjadi di Jalan Manggala Makassar, Api Membesar di Dekat STIBA

“Jumlah personil yang diturunkan 78 orang pemadam dan rescue,” tulisnya.

SulawesiPos.com — Sebanyak 29 kepala keluarga (KK) atau 93 jiwa terdampak kebakaran Asrama TNI Mattoanging, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, masih bertahan di tenda pengungsian sementara hingga Kamis (3/9/2026).

Sebelumnya, jumlah KK yang terdampak disebut sebanyak 19 KK. Namun, berdasarkan data terbaru, jumlah penghuni terdampak kini tercatat sebanyak 29 kepala keluarga (KK) atau 93 jiwa.

Kepala Asrama TNI Mattoanging, Yunus mengatakan, berdasarkan pendataan terbaru, terdapat 19 rumah yang terdampak kebakaran.

Dari jumlah tersebut, 17 rumah mengalami rusak berat, sementara dua rumah lainnya rusak ringan.

“Yang terdampak itu 19 rumah, yang 17 itu rusak berat, sedangkan 2 rusak ringan, KK 29, untuk jiwanya 93,” ujar Yunus kepada SulawesiPos.com, Kamis (3/9/2026).

Para penghuni terdampak hingga kini masih menempati tenda pengungsian sementara di sekitar lokasi kebakaran.

Belum diketahui sampai kapan mereka akan berada di lokasi tersebut.

“Mereka sampai saat ini masih di tempat (lapangan), untuk waktunya sampai dengan kapan, kami belum tahu,” ucap Yunus.

BACA JUGA:  Damkarmat Makassar Catat 86 Kebakaran Sepanjang 2026, Sebanyak 75 Rumah dan Bangunan Ludes Terbakar

Selama berada di pengungsian, kebutuhan makanan menjadi salah satu kebutuhan utama para korban.

Yunus menyebut sejumlah bantuan telah diterima dari berbagai pihak dan kemudian disalurkan kepada para penghuni terdampak sesuai kebutuhan.

“Kalau kebutuhan kita namanya hidup pasti mereka butuh mie, makanan siap saji untuk pagi, siang, dan malam, untuk bantuan yang kami dapat sudah, dari berbagai macam pihak kami sudah dapat dan kami sudah menyalurkan sesuai dengan indeks yang mereka terima,” ujar Yunus.

Bantuan yang telah diterima di antaranya telur, sarung, mi instan, beras, dan sejumlah kebutuhan lainnya.

Di tengah kondisi para penghuni yang masih bertahan di pengungsian, informasi mengenai relokasi ke hunian tetap juga belum diterima.

Kapendam Hasanuddin Kolonel (Arm) Andi Akbar membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi terkait relokasi hunian tetap bagi para penghuni yang terdampak kebakaran.

“Belum ada informasi terkait relokasi,” kata Andi Akbar ketika dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

BACA JUGA:  Kebakaran di Paccerakkang Makassar Tewaskan 1 Orang, Empat Rumah Hangus

Pengungsi Memadati Tenda Pengungsian

Berdasarkan pantauan reporter di lokasi, kondisi pengungsi korban kebakaran Asrama TNI Mattoanging tampak memadati tenda pengungsian sementara di sekitar lokasi kejadian.

Mereka terlihat duduk dan beristirahat di kursi maupun di area tenda.

Sejumlah barang yang berhasil diselamatkan dari rumah masih tersusun di sekitar mereka.

Di dalam tenda juga terlihat tersedia kipas angin, kardus bantuan, perlengkapan tidur, pakaian, serta kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, kebakaran melanda Asrama Mattoanging, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Selasa (1/9/2026) siang.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, sedikitnya 35 rumah hangus dalam peristiwa tersebut.

Lokasi kebakaran berada di sudut Jalan Opu Daeng Risadju dan Jalan Padjonga Daeng Ngalle, kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai pertemuan Jalan Cenderawasih dan Jalan Kakatua.

Besarnya dampak kebakaran membuat Damkar Kota Makassar mengerahkan 25 unit armada untuk melakukan penanganan di lokasi.

Selain armada, sebanyak 78 personel pemadam dan rescue diterjunkan untuk memadamkan api serta menangani kondisi di sekitar lokasi kebakaran.

BACA JUGA:  Kebakaran Terjadi di Jalan Manggala Makassar, Api Membesar di Dekat STIBA

“Jumlah personil yang diturunkan 78 orang pemadam dan rescue,” tulisnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru