SulawesiPos.com — Upaya polisi mengevakuasi seorang remaja berinisial AD (18) yang diamuk warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berlangsung ricuh. Petugas bahkan ikut menjadi sasaran perlawanan massa hingga mengalami luka.
Peristiwa tersebut terjadi di Lorong Tamajene, Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang, Makassar, pada Kamis (27/8/2026) dini hari.
AD diamuk warga setelah dikenali sebagai remaja yang diduga pernah melakukan penyerangan di sekitar lokasi. Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan dan mengevakuasi AD yang ditemukan berada di dalam sebuah rumah warga.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar mengatakan, AD ditemukan anggota polisi dalam kondisi mengalami sejumlah luka.
“Anggota menemukan AD berada di dalam rumah warga. Korban mengalami luka pada bagian dahi dan pelipis kanan, serta luka tusuk pada lengan kanan dan punggung kanan,” ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar kepada wartawan, Kamis (28/8).
Namun, situasi di lokasi tidak langsung kondusif. Massa kembali melakukan pemukulan terhadap AD meski polisi sudah berada di lokasi untuk mengamankannya.
“Sejumlah warga sempat kembali melakukan pemukulan bahkan saat anggota berada di lokasi untuk mengamankan AD,” katanya.
Polisi kemudian berupaya meredakan kerumunan sekaligus mengevakuasi AD dari lokasi. Dalam proses tersebut, petugas justru mendapat perlawanan dari sejumlah warga.
“Saat tim ingin meredakan situasi, sempat mendapat perlawanan dari warga sekitar hingga anggota mengalami luka,” jelas Jafar.
AD akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke Mapolsek Panakkukang.
Karena mengalami luka, remaja tersebut kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis.
“Pemuda tersebut kemudian di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan penanganan medis,” beber Jafar.
Sementara itu, seorang warga bernama Abdul Azis mengatakan AD diduga merupakan pelaku yang pernah melakukan penyerangan di sekitar lokasi.
Menurutnya, AD diduga pernah membawa pistol dan merusak sepeda motor milik warga dengan cara menendangnya hingga terjatuh.
“Diduga membawa pistol dulu. Penyerangan istilahnya, yang dirusak motor karena dia kasih jatuh semua,” ucap Abdul Azis.


