SulawesiPos.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Muh. Fachri Akbar, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil PNUP, terpilih sebagai salah satu Google Student Ambassador (GSA) Indonesia 2026.
Fachri berhasil masuk dalam jajaran Top 40 Google Student Ambassador Indonesia 2026 setelah bersaing dengan lebih dari 2.000 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Capaian tersebut menjadi bukti mahasiswa perguruan tinggi vokasi di Makassar mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam bidang teknologi dan literasi digital.
Fachri Bawa Nama PNUP di Program Google
Google Student Ambassador merupakan inisiatif global Google yang bekerja sama dengan Dicoding untuk memilih mahasiswa sebagai perwakilan sekaligus katalisator teknologi di lingkungan kampus.
Program GSA 2026 berfokus pada peningkatan adopsi dan literasi kecerdasan buatan (AI), khususnya pemanfaatan Gemini AI dan ekosistem Google AI untuk mendukung kebutuhan akademik dan kreativitas mahasiswa.
Sebagai GSA Indonesia 2026, Fachri aktif menggelar berbagai workshop dan seminar teknologi. Ia juga membuat konten edukatif untuk mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi AI dan berbagai perangkat Google dalam kegiatan pembelajaran maupun meningkatkan produktivitas.
Keikutsertaan Fachri dalam program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman di tingkat nasional. Ia juga mendapat kesempatan mengikuti fully funded workshop dan graduation ceremony secara langsung di Kantor Google Indonesia, Jakarta.
Kesempatan tersebut menjadi ruang bagi Fachri untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi digital sekaligus membangun jejaring dengan mahasiswa dan talenta teknologi dari berbagai daerah.
Pengalaman tersebut juga membuka kesempatan bagi Fachri untuk memahami lebih jauh perkembangan ekosistem teknologi digital dan penerapannya dalam lingkungan pendidikan.
Direktur PNUP, Prof Rusdi Nur SST MT PhD, mengapresiasi keikutsertaan Fachri dalam program Google Student Ambassador 2026.
Ia berpesan agar pengalaman yang diperoleh Fachri tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan kampus.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan literasi dan kompetensi digital mahasiswa, memperkuat budaya berbagi pengetahuan, memperluas jejaring nasional, serta mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kreativitas dan kolaborasi.
“Pengalaman yang diperoleh dapat ditularkan kembali kepada mahasiswa PNUP sehingga manfaat program tidak berhenti pada pencapaian individu, tetapi berkembang menjadi efek berantai bagi peningkatan kompetensi digital sivitas akademika,” ucap Prof Rusdi Nur.
Prestasi Fachri sekaligus memperkuat posisi PNUP sebagai perguruan tinggi vokasi yang mendorong mahasiswa untuk berkembang tidak hanya dalam kompetensi teknis, tetapi juga dalam kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Keterlibatan dalam program GSA 2026 menunjukkan mahasiswa vokasi juga memiliki peluang untuk berkontribusi dalam ekosistem teknologi digital melalui kemampuan komunikasi, kreativitas, kolaborasi dan kepemimpinan.
Dari kampus vokasi di Makassar, Fachri Akbar membuktikan mahasiswa PNUP mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus membawa nama almamater melalui kontribusi nyata dalam pengembangan literasi teknologi dan kecerdasan buatan.


