FIFA mencatat Ramang sebagai pemain yang sangat merepotkan pertahanan Soviet dalam pertandingan tersebut.
Dikutip dari unggahan akun Instagram Football Media House, Ramang pernah digambarkan sebagai sosok yang memiliki kualitas seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi jika keduanya telah muncul pada era 1950-an.
Dalam unggahan tersebut, Ramang disebut sebagai pemain asal Indonesia yang mampu merepotkan Lev Yashin, kiper legendaris Uni Soviet yang dikenal sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dalam sejarah sepak bola.
“(Ramang) tingginya hanya 156 cm tapi bagi para pemain (lawan) yang berbadan jauh lebih tinggi, besar, dan kekar, Ramang adalah Si Kurcaci Pembunuh,” tulisnya.
Dalam laga melawan Uni Soviet di Melbourne, kemampuan itu membuat pertahanan lawan harus memberikan perhatian khusus kepadanya.
Teknik tersebut membuatnya menjadi salah satu penyerang paling berbahaya yang pernah dimiliki Indonesia pada era 1950-an.
Hasil itu menjadi salah satu pencapaian terbesar sepak bola Indonesia di panggung Olimpiade. Hingga kini, Melbourne 1956 menjadi satu-satunya penampilan Indonesia di turnamen sepak bola Olimpiade, dengan hasil terbaik mencapai perempat final.
Tendangan Salto Paling Populer
Ramang memiliki gaya bermain yang membuatnya mudah dikenali.
Sebagai penyerang, ia mampu melepaskan tembakan dari berbagai posisi. Namun, yang paling melekat adalah tendangan salto yang sering menghasilkan gol spektakuler.
Salah satu gol yang dikenang terjadi ketika Indonesia mengalahkan Republik Rakyat China 2-0. Kedua gol tersebut dicetak Ramang, salah satunya melalui tendangan salto.
Kemampuan tersebut bukan sekadar atraksi. Perpaduan antara pengalaman bermain sepak takraw sejak kecil, kelincahan dan keberanian membuat gerakan akrobatiknya menjadi senjata di pertandingan.
Pengaruhnya bahkan melampaui lapangan. Pada era 1950-an, popularitas Ramang begitu besar hingga sejumlah orang tua di Indonesia memberi nama Ramang kepada anak laki-laki mereka.
Bagi masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan, namanya kemudian menjadi bagian dari identitas sepak bola daerah.

