Sebelum menghadapi Belanda secara langsung pada 1905, Petta Punggawa juga tercatat pernah memimpin ekspedisi militer Bone ke dataran tinggi Toraja pada kisaran 1880-an hingga 1890.
Ekspedisi itu berkaitan dengan perebutan pengaruh atas jalur perdagangan kopi dan senjata, termasuk benturan dengan kelompok Pong Tiku di wilayah Pangala’.
Kini, jejak namanya tidak hanya hidup di Makassar.
Jasadnya disemayamkan di Kompleks Makam Petta Ponggawae di Desa Matuju, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, sementara namanya juga diabadikan pada jalan utama di Watampone dan pada replika Istana Saoraja Petta Ponggawae sebagai simbol sejarah dan kebesaran Bone.

