Jalan Sultan Alauddin di Makassar, Siapa Sosok Raja Gowa di Balik Namanya?

Islamisasi tersebut kemudian berkembang ke berbagai wilayah di Sulawesi Selatan. Namun, proses penyebaran Islam juga menghadapi penolakan dari sejumlah kerajaan.

Menurut kajian Syahrir Kila, sebagian penguasa kerajaan yang menolak menganggap aktivitas Kerajaan Gowa bukan semata-mata penyebaran Islam, melainkan juga bagian dari upaya penaklukan. Penolakan tersebut kemudian melahirkan perang yang dikenal sebagai musu selleng atau perang Islam.

Dari Raja Gowa Menjadi Nama Jalan

Plang Jalan Sultan Alauddin

Sultan Alauddin wafat pada 1639 setelah memerintah Kerajaan Gowa selama sekitar 46 tahun. Ia kemudian digantikan oleh putranya, Sultan Malikussaid, yang menjadi Raja Gowa berikutnya.

Warisan Sultan Alauddin tidak hanya tercatat dalam silsilah kerajaan, tetapi juga dalam sejarah perkembangan Islam di Sulawesi Selatan.

Karena itu, ketika masyarakat Makassar melintas di Jalan Sultan Alauddin, nama tersebut bukan sekadar nama jalan.

Nama itu merujuk kepada I Mangngarangi Daeng Manrabia, Raja Gowa ke-14 yang bergelar Sultan Alauddin, sosok yang memiliki peran penting dalam menjadikan Islam sebagai bagian penting dari sejarah Kerajaan Gowa.

BACA JUGA:  Jalan Abu Bakar Lambogo: Sosok Pejuang Asal Enrekang yang Namanya Diabadikan di Makassar

Dengan demikian, Jalan Sultan Alauddin menjadi salah satu pengingat bahwa ruang kota Makassar juga menyimpan jejak sejarah panjang Kerajaan Gowa dan tokoh-tokoh yang membentuk perjalanan masyarakat Sulawesi Selatan.

Islamisasi tersebut kemudian berkembang ke berbagai wilayah di Sulawesi Selatan. Namun, proses penyebaran Islam juga menghadapi penolakan dari sejumlah kerajaan.

Menurut kajian Syahrir Kila, sebagian penguasa kerajaan yang menolak menganggap aktivitas Kerajaan Gowa bukan semata-mata penyebaran Islam, melainkan juga bagian dari upaya penaklukan. Penolakan tersebut kemudian melahirkan perang yang dikenal sebagai musu selleng atau perang Islam.

Dari Raja Gowa Menjadi Nama Jalan

Plang Jalan Sultan Alauddin

Sultan Alauddin wafat pada 1639 setelah memerintah Kerajaan Gowa selama sekitar 46 tahun. Ia kemudian digantikan oleh putranya, Sultan Malikussaid, yang menjadi Raja Gowa berikutnya.

Warisan Sultan Alauddin tidak hanya tercatat dalam silsilah kerajaan, tetapi juga dalam sejarah perkembangan Islam di Sulawesi Selatan.

Karena itu, ketika masyarakat Makassar melintas di Jalan Sultan Alauddin, nama tersebut bukan sekadar nama jalan.

Nama itu merujuk kepada I Mangngarangi Daeng Manrabia, Raja Gowa ke-14 yang bergelar Sultan Alauddin, sosok yang memiliki peran penting dalam menjadikan Islam sebagai bagian penting dari sejarah Kerajaan Gowa.

BACA JUGA:  Jalan Abu Bakar Lambogo: Sosok Pejuang Asal Enrekang yang Namanya Diabadikan di Makassar

Dengan demikian, Jalan Sultan Alauddin menjadi salah satu pengingat bahwa ruang kota Makassar juga menyimpan jejak sejarah panjang Kerajaan Gowa dan tokoh-tokoh yang membentuk perjalanan masyarakat Sulawesi Selatan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru