Puluhan Tahun Terpisah, Secangkir Kopi Mempertemukan Kembali Dua Sahabat Pena

Namun, kehidupan perlahan membawa keduanya menuju medan pengabdian masing-masing hingga kesibukan, jarak, dan pergantian tanggung jawab membuat pertemuan langsung menjadi sesuatu yang tertunda selama puluhan tahun.

Aqua Dwipayana memandang Uki beberapa saat, seolah ingin memastikan bahwa sahabat yang dahulu dikenalnya sebagai wartawan muda itu benar-benar orang yang sama dengan tokoh yang kini duduk di hadapannya.

“Saya baru tahu ternyata Uki pernah menjadi Staf Khusus Wakil Presiden, kemudian menjadi komisaris BUMN, bertugas di Kantor Staf Presiden, dan sekarang memimpin Sulawesi Pos,” kata Aqua Dwipayana dengan ekspresi kagum.

Uki menanggapi pernyataan itu dengan rendah hati karena baginya seluruh jabatan hanyalah ruang pengabdian yang datang silih berganti, sedangkan persahabatan merupakan amanah yang harus dipelihara melampaui kedudukan dan kekuasaan.

“Jabatan bisa berakhir kapan saja, tetapi seorang sahabat tetap akan mengingat kita sebagai manusia, bukan sebagai pemilik jabatan,” tutur Uki.

Dua Jalan Pengabdian

Perjalanan hidup Uki memang bergerak melintasi banyak ruang, mulai dari wartawan Harian Fajar hingga dipercaya menjadi pemimpin redaksi, Ketua pertama Aliansi Jurnalis Independen Makassar, anggota Presidium AJI Pusat, dosen, penulis, dan editor sejumlah buku.

BACA JUGA:  Mahasiswa di Makassar Ditebas saat Melintas di Panakkukang, Polisi Tangkap Terduga Pelaku

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang kemudian menyelesaikan pendidikan magister hukum di Universitas Indonesia dan doktor hukum di Unhas itu juga pernah mengemban amanah sebagai Staf Khusus Wakil Presiden RI bidang infrastruktur dan investasi pada masa pemerintahan Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin.

Pengalamannya berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Komisaris Pupuk Indonesia Holding, Komut perusahaan PMA Jepang PT Kayaku, Komisaris KB Bank (Bukopin), Komisaris PT Pelabuhan Indonesia IV, dan beberapa perusahaan lainnya, sebelum kemudian menjalankan tugas sebagai Tenaga Ahli Utama di lingkungan Kantor Staf Presiden.

Kini, Uki kembali mendekat kepada akar kehidupannya sebagai wartawan dengan memimpin SulawesiPos.com di bawah PT Tiran Multimedia Nusantara, sebuah perusahaan media yang mengembangkan jaringan pemberitaan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat dari kawasan timur Indonesia.

Jika perjalanan Uki membentang dari ruang redaksi menuju pemerintahan, pendidikan, BUMN, lalu kembali ke media, Aqua Dwipayana menempuh jalan dari kewartawanan menuju panggung komunikasi dan pengabdian sosial.

BACA JUGA:  Kejutan Manis di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pemudik Kaget Dapat Hampers Gratis di Area Bagasi

Aqua Dwipayana mengawali karier jurnalistiknya pada akhir 1988 dengan bekerja sambil kuliah, bahkan pernah berjalan kaki berkilo-kilometer setiap hari untuk mencari berita karena belum memiliki kendaraan.

Namun, kehidupan perlahan membawa keduanya menuju medan pengabdian masing-masing hingga kesibukan, jarak, dan pergantian tanggung jawab membuat pertemuan langsung menjadi sesuatu yang tertunda selama puluhan tahun.

Aqua Dwipayana memandang Uki beberapa saat, seolah ingin memastikan bahwa sahabat yang dahulu dikenalnya sebagai wartawan muda itu benar-benar orang yang sama dengan tokoh yang kini duduk di hadapannya.

“Saya baru tahu ternyata Uki pernah menjadi Staf Khusus Wakil Presiden, kemudian menjadi komisaris BUMN, bertugas di Kantor Staf Presiden, dan sekarang memimpin Sulawesi Pos,” kata Aqua Dwipayana dengan ekspresi kagum.

Uki menanggapi pernyataan itu dengan rendah hati karena baginya seluruh jabatan hanyalah ruang pengabdian yang datang silih berganti, sedangkan persahabatan merupakan amanah yang harus dipelihara melampaui kedudukan dan kekuasaan.

“Jabatan bisa berakhir kapan saja, tetapi seorang sahabat tetap akan mengingat kita sebagai manusia, bukan sebagai pemilik jabatan,” tutur Uki.

Dua Jalan Pengabdian

Perjalanan hidup Uki memang bergerak melintasi banyak ruang, mulai dari wartawan Harian Fajar hingga dipercaya menjadi pemimpin redaksi, Ketua pertama Aliansi Jurnalis Independen Makassar, anggota Presidium AJI Pusat, dosen, penulis, dan editor sejumlah buku.

BACA JUGA:  3 Pelaku Bobol Toko Bangunan di Makassar, Bergendong Naik Pagar lalu Curi Pipa Tembaga

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang kemudian menyelesaikan pendidikan magister hukum di Universitas Indonesia dan doktor hukum di Unhas itu juga pernah mengemban amanah sebagai Staf Khusus Wakil Presiden RI bidang infrastruktur dan investasi pada masa pemerintahan Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin.

Pengalamannya berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Komisaris Pupuk Indonesia Holding, Komut perusahaan PMA Jepang PT Kayaku, Komisaris KB Bank (Bukopin), Komisaris PT Pelabuhan Indonesia IV, dan beberapa perusahaan lainnya, sebelum kemudian menjalankan tugas sebagai Tenaga Ahli Utama di lingkungan Kantor Staf Presiden.

Kini, Uki kembali mendekat kepada akar kehidupannya sebagai wartawan dengan memimpin SulawesiPos.com di bawah PT Tiran Multimedia Nusantara, sebuah perusahaan media yang mengembangkan jaringan pemberitaan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat dari kawasan timur Indonesia.

Jika perjalanan Uki membentang dari ruang redaksi menuju pemerintahan, pendidikan, BUMN, lalu kembali ke media, Aqua Dwipayana menempuh jalan dari kewartawanan menuju panggung komunikasi dan pengabdian sosial.

BACA JUGA:  Apresiasi Kehadiran BSI Fest, Pemkot Makassar Sebut Siap Fasilitasi Kerja Sama Sektor Syariah

Aqua Dwipayana mengawali karier jurnalistiknya pada akhir 1988 dengan bekerja sambil kuliah, bahkan pernah berjalan kaki berkilo-kilometer setiap hari untuk mencari berita karena belum memiliki kendaraan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru