Menurut pengakuannya, pola seperti itu bukan hal yang sepenuhnya baru karena mereka beberapa kali memanfaatkan ramainya balap liar untuk menarik penonton di TikTok.
Polisi Dalami Peran Dua Pemuda
FD juga membantah siaran langsung itu dipakai untuk memberi informasi soal pergerakan polisi kepada para pelaku balap liar.
Ia berdalih live hanya dilakukan karena konten balap liar ramai ditonton dan lebih mudah menghasilkan gift.
“Setiap malam balap liar (live) biasa ada yang kasih, tapi tidak setiap balap liar juga. Saya yang bawa motor, teman yang dibonceng pegang HP,” ujarnya.
Ia juga menepis tudingan bahwa dirinya memberi tahu peserta balap liar mengenai keberadaan aparat saat operasi pembubaran dilakukan.
“Saya dapat uang (karena balap liar) ramai (penontonnya). Tidak, tidak saya informasikan (kalau live keberadaan polisi),” ucapnya.
Kasus ini menambah sorotan terhadap pola baru di balik maraknya balap liar di Makassar, ketika kerumunan jalanan tidak hanya memicu gangguan keamanan dan keselamatan, tetapi juga berubah menjadi bahan siaran untuk diburu sebagai tontonan digital.
Hingga Minggu malam, kedua pemuda itu masih menjalani pemeriksaan di Polsek Makassar.

