Bentrokan Dua Kelompok di Jembatan Abdesir Makassar Blokir Jalan, Dugaan Sengketa Lahan Jadi Sorotan

SulawesiPos.com – Bentrokan dua kelompok kembali pecah di kawasan Jembatan Abdullah Daeng Sirua atau Abdesir, sebelum Kampus Universitas Fajar (UNIFA), Kota Makassar, Minggu, 26 Juli 2026.

Kericuhan yang diduga dipicu sengketa lahan itu sempat memblokir badan jalan sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu dan pengendara memilih mencari jalur lain.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan orang berada di sekitar jembatan dan saling berhadapan.

Dalam sejumlah rekaman, situasi kemudian memanas dengan aksi saling serang yang diduga menggunakan busur dan senjata tajam, sementara warga serta pengguna jalan menjauh untuk menghindari titik bentrokan.

Informasi awal yang beredar menyebut kericuhan berlangsung sejak sore hari.

Dampaknya tidak hanya terasa pada dua kelompok yang terlibat, tetapi juga pada akses jalan di sekitar Jembatan Abdesir yang sempat sulit dilalui karena badan jalan tertutup oleh massa.

Sejumlah pengendara dilaporkan memutar arah untuk menghindari kawasan tersebut.

BACA JUGA:  Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Rumah Pengacara, 52 Orang Diamankan

Situasi itu membuat ruas jalan di salah satu koridor padat Kota Makassar mendadak lumpuh sesaat di tengah aktivitas akhir pekan.

Hingga Senin pagi, 27 Juli 2026, belum ada keterangan resmi yang memastikan kronologi lengkap bentrokan, penyebab pasti kericuhan, identitas pihak yang terlibat, maupun langkah penanganan aparat di lapangan.

Karena itu, dugaan penggunaan senjata tajam, busur, serta pemicu sengketa lahan masih menunggu konfirmasi dari kepolisian.

SulawesiPos.com – Bentrokan dua kelompok kembali pecah di kawasan Jembatan Abdullah Daeng Sirua atau Abdesir, sebelum Kampus Universitas Fajar (UNIFA), Kota Makassar, Minggu, 26 Juli 2026.

Kericuhan yang diduga dipicu sengketa lahan itu sempat memblokir badan jalan sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu dan pengendara memilih mencari jalur lain.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan orang berada di sekitar jembatan dan saling berhadapan.

Dalam sejumlah rekaman, situasi kemudian memanas dengan aksi saling serang yang diduga menggunakan busur dan senjata tajam, sementara warga serta pengguna jalan menjauh untuk menghindari titik bentrokan.

Informasi awal yang beredar menyebut kericuhan berlangsung sejak sore hari.

Dampaknya tidak hanya terasa pada dua kelompok yang terlibat, tetapi juga pada akses jalan di sekitar Jembatan Abdesir yang sempat sulit dilalui karena badan jalan tertutup oleh massa.

Sejumlah pengendara dilaporkan memutar arah untuk menghindari kawasan tersebut.

BACA JUGA:  Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Rumah Pengacara, 52 Orang Diamankan

Situasi itu membuat ruas jalan di salah satu koridor padat Kota Makassar mendadak lumpuh sesaat di tengah aktivitas akhir pekan.

Hingga Senin pagi, 27 Juli 2026, belum ada keterangan resmi yang memastikan kronologi lengkap bentrokan, penyebab pasti kericuhan, identitas pihak yang terlibat, maupun langkah penanganan aparat di lapangan.

Karena itu, dugaan penggunaan senjata tajam, busur, serta pemicu sengketa lahan masih menunggu konfirmasi dari kepolisian.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru