Teror Dini Hari Usai Nobar Piala Dunia, Perempuan di Makassar Jadi Korban Dugaan Penganiayaan

SulawesiPos.com – Seorang perempuan bernama Junita diduga menjadi korban penganiayaan oleh empat pria tak dikenal saat dalam perjalanan pulang ke rumah usai menonton pertandingan Piala Dunia. Peristiwa itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/6/2026) sekitar pukul 02.20 Wita.

Insiden yang terjadi pada jam rawan tersebut menambah daftar kasus kekerasan jalanan yang dialami warga setelah kegiatan nonton bareng pertandingan sepak bola internasional.

Junita menuturkan, sebelum kejadian ia baru saja meninggalkan lokasi nonton bareng di Hotel Claro dan berniat singgah makan bersama pacarnya. Namun di tengah perjalanan, situasi berubah mencekam.

“Selesai nobar di Hotel Claro saya mau singgah makan dengan pacarku, tiba-tiba dari belakang pelaku pukul saya dengan keras menggunakan helm,” kata Junita.

Ia menjelaskan, para terduga pelaku datang dari arah belakang dengan berboncengan sepeda motor dan langsung melayangkan pukulan tanpa alasan yang jelas.

BACA JUGA:  Remaja 18 Tahun Tewas Diduga Tertembak di Makassar, Polisi: Tidak Sengaja

Korban Luka dan Alami Trauma

Usai kejadian, korban langsung menepi di salah satu kafe di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, pacar korban sempat mencoba mengejar para pelaku, namun mereka berhasil melarikan diri.

Akibat pemukulan tersebut, Junita mengalami luka benjol di bagian kepala dan punggung. Rasa sakit dan syok membuatnya tak kuasa menahan tangis.

“Saya turun dari motor dan menangis karena kaget dan kesakitan,” ujarnya.

Tak lama berselang, korban mendatangi kantor polisi untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya. Setelah membuat laporan, Junita kemudian menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Siloam.

“Saya ke RS periksa kepala dan badanku karena bengkak sampai saya harus disuntik anti nyeri karena sakit sekali. Saya juga trauma, syok dan takut,” ungkapnya.

Kini, korban berharap aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap para terduga pelaku. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polrestabes Makassar melalui Kasi Humas Kompol Wahiduddin belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.

BACA JUGA:  Apresiasi Kehadiran BSI Fest, Pemkot Makassar Sebut Siap Fasilitasi Kerja Sama Sektor Syariah

SulawesiPos.com – Seorang perempuan bernama Junita diduga menjadi korban penganiayaan oleh empat pria tak dikenal saat dalam perjalanan pulang ke rumah usai menonton pertandingan Piala Dunia. Peristiwa itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/6/2026) sekitar pukul 02.20 Wita.

Insiden yang terjadi pada jam rawan tersebut menambah daftar kasus kekerasan jalanan yang dialami warga setelah kegiatan nonton bareng pertandingan sepak bola internasional.

Junita menuturkan, sebelum kejadian ia baru saja meninggalkan lokasi nonton bareng di Hotel Claro dan berniat singgah makan bersama pacarnya. Namun di tengah perjalanan, situasi berubah mencekam.

“Selesai nobar di Hotel Claro saya mau singgah makan dengan pacarku, tiba-tiba dari belakang pelaku pukul saya dengan keras menggunakan helm,” kata Junita.

Ia menjelaskan, para terduga pelaku datang dari arah belakang dengan berboncengan sepeda motor dan langsung melayangkan pukulan tanpa alasan yang jelas.

BACA JUGA:  Remaja 18 Tahun Tewas Diduga Tertembak di Makassar, Polisi: Tidak Sengaja

Korban Luka dan Alami Trauma

Usai kejadian, korban langsung menepi di salah satu kafe di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, pacar korban sempat mencoba mengejar para pelaku, namun mereka berhasil melarikan diri.

Akibat pemukulan tersebut, Junita mengalami luka benjol di bagian kepala dan punggung. Rasa sakit dan syok membuatnya tak kuasa menahan tangis.

“Saya turun dari motor dan menangis karena kaget dan kesakitan,” ujarnya.

Tak lama berselang, korban mendatangi kantor polisi untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya. Setelah membuat laporan, Junita kemudian menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Siloam.

“Saya ke RS periksa kepala dan badanku karena bengkak sampai saya harus disuntik anti nyeri karena sakit sekali. Saya juga trauma, syok dan takut,” ungkapnya.

Kini, korban berharap aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap para terduga pelaku. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polrestabes Makassar melalui Kasi Humas Kompol Wahiduddin belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.

BACA JUGA:  Mahasiswi Asal Toraja Utara Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Makassar, Polisi Selidiki

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru