Sulawesipos.com – Suara karaoke dan lagu dangdut terdengar dari daerah kantor saat penggeledahan Kejati Sulsel di Kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan terkait dugaan korupsi pengadaan perpustakaan digital tahun anggaran 2022 oleh tim penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel pada Rabu (17/6/2026).
Dalam keterangan tambahan yang beredar melalui unggahan media sosial RakyatSulsel, suasana tidak biasa disebut terjadi di lingkungan kantor saat proses penggeledahan berlangsung.
Suara musik karaoke, lagu dangdut, nyanyian, hingga gelak tawa disebut terdengar dari salah satu gedung di kompleks perkantoran tersebut.
Penggeledahan Berlangsung Saat Jam Kerja
Penggeledahan dilakukan di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Sulsel saat aktivitas perkantoran masih berlangsung.
Tim penyidik disebut memeriksa dokumen yang berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan perpustakaan digital atau Bookless Library.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan tim penyidik. Ia memastikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan yang sedang berjalan.
“Iya, betul ada penggeledahan,” kata Soetarmi.
Hingga kini belum diketahui kegiatan apa yang menyebabkan musik karaoke dan lagu dangdut diputar saat proses penggeledahan berlangsung. Belum ada pula penjelasan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Sulsel mengenai suasana tersebut.
Dokumen Perpustakaan Digital Diamankan Penyidik
Dalam penggeledahan itu, penyidik menyasar ruang Bidang Sekolah Menengah Atas di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel.
Sejumlah dokumen penting diamankan untuk kepentingan penyidikan dugaan korupsi pengadaan perpustakaan digital.
Dokumen yang diamankan berkaitan dengan perencanaan kegiatan, kontrak pengadaan, serta dokumen keuangan.
Penyidik juga menelusuri dokumen Surat Perintah Pencairan Dana dan Surat Pertanggungjawaban belanja dalam proyek tersebut.
Penyitaan dokumen menjadi bagian dari upaya Kejati Sulsel menelusuri proses pengadaan dari tahap perencanaan hingga penggunaan anggaran.
Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Penyidikan Masih Berlanjut
Kejati Sulsel menyatakan penggeledahan dan penyitaan dilakukan untuk melengkapi alat bukti.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses hukum dalam mengungkap dugaan korupsi secara menyeluruh.
Penyidik juga masih mendalami peran pihak-pihak yang terkait dengan proyek perpustakaan digital tersebut.
Penelusuran dilakukan untuk memastikan alur kebijakan, pelaksanaan kegiatan, dan penggunaan anggaran dalam program tersebut.
Kasus ini masih berada dalam tahap penyidikan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan dokumen, pendalaman keterangan pihak terkait, serta temuan penyidik dalam proses hukum yang sedang berjalan.


