Makassar Half Marathon 2026: Investasi Rp 2,5 Miliar Pacu Multiplier Effect Ekonomi dan Pariwisata

SulawesiPos.com – Penyelenggaraan Makassar Half Marathon (MHM) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 30-31 Mei mendatang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata Sulawesi Selatan.

Event lari agenda tahunan Pemerintah Kota Makassar yang digelar sejak 2022 yang rutin digelar di landmark Kota Makassar, Pantai Losari, menjadi buruan komunitas pelari dari berbagai daerah.

Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 2,5 miliar dari Pemerintah Kota Makassar, ajang atletik internasional ini dinilai sebagai investasi strategis yang memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang jauh lebih besar bagi masyarakat.

Bukan Sekadar Anggaran, Tapi Investasi Ekonomi

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel sekaligus pegiat olahraga lari, Andry S Arief Bulu, menekankan bahwa anggaran tersebut harus dilihat dari kacamata profesionalisme penyelenggaraan dan dampak balik yang dihasilkan.

Menurutnya, dana tersebut dialokasikan untuk memenuhi standar internasional, termasuk penyediaan jersey, konsumsi, hingga medali bagi seluruh peserta.

“Tidak ada kegiatan sebesar ini yang mampu menghadirkan hingga 10.000 orang tanpa dukungan yang kuat. Peran pemerintah harus hadir. Mau ajang PON atau Porda sekalipun, peran pemerintah pasti ada dan tidak boleh membiarkan penyelenggara berjalan sendiri,” ujar Mantan Ketua BPD HIPMI Sulsel saat dihubungi SulawesiPos.com, Sabtu (9/5/2026).

BACA JUGA:  Appi Tolak Mobil Dinas Baru, Anggaran Pemkot Makassar Dialihkan untuk Kepentingan Warga

Multiplier Effect: Hotel Penuh, UMKM Berdaya

Andry menjelaskan bahwa dari target peserta tersebut, sekitar 5.000 hingga 6.000 orang diprediksi datang dari luar Kota Makassar.

Mereka tidak datang sendiri, melainkan membawa keluarga dan menghabiskan waktu beberapa hari di ibu kota Sulawesi Selatan.

Sektor Akomodasi & Kuliner

Ribuan kamar hotel akan terisi dan restoran-restoran akan dipadati pengunjung.

Perputaran uang di Makassar, mulai dari tiket transportasi, jasa kendaraan, hingga belanja harian akan memutar roda ekonomi kota secara signifikan.

Selain itu juga akan berpengaruh di sector ekonomi kerakyatan, pedagang kecil dan pelaku UMKM di sekitar lokasi acara akan merasakan langsung dampak dari kehadiran ribuan wisatawan tersebut.

Sport Tourism dan Promosi Global

Sebagai sosok yang juga memahami dunia lari, Andry Arief Bulu melihat MHM 2026 sebagai instrumen vital dalam sport tourism.

Kehadiran pelari nasional, influencer, dan eksposur media sosial akan membuat promosi Sulawesi Selatan menjangkau audiens mancanegara.

BACA JUGA:  PGIW Sulselra Nyatakan Dukungan Terhadap Program Pembangunan Pemkot Makassar

“Kami sangat mendukung penuh kehadiran Makassar Half Marathon. Ini adalah agenda tahunan yang meningkatkan kunjungan pariwisata dan pergerakan wisatawan ke Sulsel. Efeknya akan dirasakan dalam waktu yang cukup lama, bukan hanya saat acara berakhir,” tambahnya.

Dengan partisipasi masif ini, anggaran Rp 2,5 miliar dianggap sangat efisien jika dibandingkan dengan nilai transaksi ekonomi dan nilai promosi yang didapatkan Makassar di level internasional.

Sementara menurut salah satu member komunitas pelari Law Runners, Sulaiman Syamsuddin, yang juga peserta MHM 2026, sangat bangga dengan pergelaran MHM yang rutin digelar sejak 5 tahun lalu dan menjadi barometer event lari di Indonesia, khususnya di bagian timur Indonesia.

“MHM menjadikan Makassar menjadi destinasi andalan di Indonesia, selain dikenal sebagai kota kuliner, juga menjadi kota tujuan para pelari nasional dan internasional, sejajar dengan kota-kota lain, seperti Jakarta, Bandung, Jogja, dan Surabaya,” ujar Sulaiman yang berprofesi sebagai pengacara ini.

MHM 2026 dengan tagline “Makassar Run for All” dan target 12.000 pelari dari dalam serta luar negeri.

BACA JUGA:  Perumda Parkir–Pemkot Makassar Perketat Penataan Jukir, Prioritaskan Warga Ber-KTP Makassar

Event ini menghadirkan dua kategori utama, Half Marathon (21K) dan 10K, dengan kejutan seru berupa Triple Medals Challenge.

Peserta bisa berlomba dua hari berturut-turut dan finish membawa tiga medali spesial. MHM 2026 juga membuka kelas pelajar khusus 10K untuk menjaring bibit pelari potensial Makassar.

Biaya registrasi MHM 2026 ini bermacam-macam: kategori pelajar 10K (Rp 200 ribu), Nasional 10K (Rp 425 ribu), Open 10K (Rp 700 ribu), Half Marathon Nasional (Rp 675 ribu), Half Marathon Open (Rp 950 ribu), Double Nasional (Rp 1.250.000), dan Double Open (Rp 1.750.000).

Masa waktu pelari atau cut off time untuk 10K 2 jam, dan Half Marathon 4 jam. Pengambilan race pack collection akan dilakukan dua hari sebelum MHM, 28-29 Mei, jam 11.00-19.00 Wita, di Anjungan Pantai Losari. (mn abdurrahman)

SulawesiPos.com – Penyelenggaraan Makassar Half Marathon (MHM) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 30-31 Mei mendatang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata Sulawesi Selatan.

Event lari agenda tahunan Pemerintah Kota Makassar yang digelar sejak 2022 yang rutin digelar di landmark Kota Makassar, Pantai Losari, menjadi buruan komunitas pelari dari berbagai daerah.

Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 2,5 miliar dari Pemerintah Kota Makassar, ajang atletik internasional ini dinilai sebagai investasi strategis yang memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang jauh lebih besar bagi masyarakat.

Bukan Sekadar Anggaran, Tapi Investasi Ekonomi

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel sekaligus pegiat olahraga lari, Andry S Arief Bulu, menekankan bahwa anggaran tersebut harus dilihat dari kacamata profesionalisme penyelenggaraan dan dampak balik yang dihasilkan.

Menurutnya, dana tersebut dialokasikan untuk memenuhi standar internasional, termasuk penyediaan jersey, konsumsi, hingga medali bagi seluruh peserta.

“Tidak ada kegiatan sebesar ini yang mampu menghadirkan hingga 10.000 orang tanpa dukungan yang kuat. Peran pemerintah harus hadir. Mau ajang PON atau Porda sekalipun, peran pemerintah pasti ada dan tidak boleh membiarkan penyelenggara berjalan sendiri,” ujar Mantan Ketua BPD HIPMI Sulsel saat dihubungi SulawesiPos.com, Sabtu (9/5/2026).

BACA JUGA:  Jembatan Kembar Barombong Belum Lolos Skema Inpres, Pemkot Makassar Bidik Jalur Pendanaan Lain

Multiplier Effect: Hotel Penuh, UMKM Berdaya

Andry menjelaskan bahwa dari target peserta tersebut, sekitar 5.000 hingga 6.000 orang diprediksi datang dari luar Kota Makassar.

Mereka tidak datang sendiri, melainkan membawa keluarga dan menghabiskan waktu beberapa hari di ibu kota Sulawesi Selatan.

Sektor Akomodasi & Kuliner

Ribuan kamar hotel akan terisi dan restoran-restoran akan dipadati pengunjung.

Perputaran uang di Makassar, mulai dari tiket transportasi, jasa kendaraan, hingga belanja harian akan memutar roda ekonomi kota secara signifikan.

Selain itu juga akan berpengaruh di sector ekonomi kerakyatan, pedagang kecil dan pelaku UMKM di sekitar lokasi acara akan merasakan langsung dampak dari kehadiran ribuan wisatawan tersebut.

Sport Tourism dan Promosi Global

Sebagai sosok yang juga memahami dunia lari, Andry Arief Bulu melihat MHM 2026 sebagai instrumen vital dalam sport tourism.

Kehadiran pelari nasional, influencer, dan eksposur media sosial akan membuat promosi Sulawesi Selatan menjangkau audiens mancanegara.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Awali 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan di Pantai Losari

“Kami sangat mendukung penuh kehadiran Makassar Half Marathon. Ini adalah agenda tahunan yang meningkatkan kunjungan pariwisata dan pergerakan wisatawan ke Sulsel. Efeknya akan dirasakan dalam waktu yang cukup lama, bukan hanya saat acara berakhir,” tambahnya.

Dengan partisipasi masif ini, anggaran Rp 2,5 miliar dianggap sangat efisien jika dibandingkan dengan nilai transaksi ekonomi dan nilai promosi yang didapatkan Makassar di level internasional.

Sementara menurut salah satu member komunitas pelari Law Runners, Sulaiman Syamsuddin, yang juga peserta MHM 2026, sangat bangga dengan pergelaran MHM yang rutin digelar sejak 5 tahun lalu dan menjadi barometer event lari di Indonesia, khususnya di bagian timur Indonesia.

“MHM menjadikan Makassar menjadi destinasi andalan di Indonesia, selain dikenal sebagai kota kuliner, juga menjadi kota tujuan para pelari nasional dan internasional, sejajar dengan kota-kota lain, seperti Jakarta, Bandung, Jogja, dan Surabaya,” ujar Sulaiman yang berprofesi sebagai pengacara ini.

MHM 2026 dengan tagline “Makassar Run for All” dan target 12.000 pelari dari dalam serta luar negeri.

BACA JUGA:  Pasar Tello Ditertibkan, Pedagang Kecil Menjerit: Kami Butuh Makan

Event ini menghadirkan dua kategori utama, Half Marathon (21K) dan 10K, dengan kejutan seru berupa Triple Medals Challenge.

Peserta bisa berlomba dua hari berturut-turut dan finish membawa tiga medali spesial. MHM 2026 juga membuka kelas pelajar khusus 10K untuk menjaring bibit pelari potensial Makassar.

Biaya registrasi MHM 2026 ini bermacam-macam: kategori pelajar 10K (Rp 200 ribu), Nasional 10K (Rp 425 ribu), Open 10K (Rp 700 ribu), Half Marathon Nasional (Rp 675 ribu), Half Marathon Open (Rp 950 ribu), Double Nasional (Rp 1.250.000), dan Double Open (Rp 1.750.000).

Masa waktu pelari atau cut off time untuk 10K 2 jam, dan Half Marathon 4 jam. Pengambilan race pack collection akan dilakukan dua hari sebelum MHM, 28-29 Mei, jam 11.00-19.00 Wita, di Anjungan Pantai Losari. (mn abdurrahman)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru