Bentrok Ojol vs Pendemo di Jalan Urip Makassar. dok/makassariinfo
SulawesiPos.com – Insiden bentrokan antara pengemudi ojek online (ojol) dan sekelompok pendemo terjadi di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar pada Jumat malam, 24 April 2026.
Kejadian ini sempat membuat situasi di lokasi memanas dan mengganggu arus lalu lintas di salah satu jalur utama kota tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai bentrokan tersebut menyebar cepat melalui media sosial.
Warga sekitar dan pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden ini bermula dari aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok massa di Jalan Urip Sumoharjo.
Berikut kronologi singkat kejadian:
Sejumlah pengemudi ojol lainnya datang ke lokasi, yang kemudian memicu bentrokan dengan para pendemo.
Kondisi ini sempat membuat suasana di sekitar lokasi menjadi tegang sebelum akhirnya berangsur kondusif.
Akibat bentrokan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Urip Sumoharjo sempat mengalami kemacetan.
Jalan yang merupakan salah satu akses penting di Makassar ini dikenal padat, terutama pada malam hari.
Beberapa pengendara memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari lokasi kejadian.
Sementara itu, warga sekitar juga dilaporkan sempat khawatir dengan situasi yang berkembang.
Insiden ini memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat.
Banyak pihak berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan semua pihak dapat menahan diri dalam situasi yang sensitif.
Aksi demonstrasi memang merupakan hak setiap warga negara, namun pelaksanaannya diharapkan tetap memperhatikan ketertiban umum dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain, termasuk para pekerja seperti pengemudi ojol.
Di sisi lain, para pengemudi ojol juga diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dan menghindari potensi konflik di lapangan.
Seiring berjalannya waktu, situasi di lokasi dilaporkan mulai mereda.
Masyarakat berharap kondisi di Makassar dapat kembali normal dan kondusif seperti sediakala.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga komunikasi, saling menghormati, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik di ruang publik.
Bentrokan antara pengemudi ojol dan pendemo di Jalan Urip Sumoharjo menjadi peristiwa yang menyita perhatian publik.
Berawal dari pemblokiran jalan, situasi berkembang menjadi konflik terbuka yang melibatkan kedua pihak.
Diharapkan ke depan, setiap aksi di ruang publik dapat berlangsung dengan tertib tanpa menimbulkan gesekan, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.