OJK Sulselbar Nilai BSI Fest Ramadan Efektif Dorong Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah

SulawesiPos.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai penyelenggaraan BSI Fest Ramadan 2026 memberikan kontribusi positif dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Kegiatan ini dinilai mampu menghadirkan pendekatan edukasi yang relevan dengan kebutuhan publik, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Arif Machfoed, menyebut kegiatan seperti BSI Fest Ramadan merupakan inisiatif yang patut diapresiasi.

“Kegiatan ini sangat inisiatif dan sangat positif karena mampu menghadirkan sebuah ruangan yang menghadirkan nilai finansial, nilai sosial, dan nilai spiritual dalam satu rangkaian kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya dalam momentum bulan suci Ramadan,” ujarnya dalam pembukaan BSI Fest Ramadan di Trans Studio Mall (TSM), Makassar, Kamis (12/3/2026).

Menurut OJK, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai sosial, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi keuangan syariah yang efektif bagi masyarakat.

Baca Juga: 
Ini Penjelasan Ustadz Hilman Soal Halal-Haramnya Investasi Tabungan Emas

OJK memandang bahwa kegiatan seperti tidak hanya menjadi sarana silaturahmi dan penguatan nilai-nilai sosial namun juga menjadi wadah yg efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait perbankan syariah

Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan agenda strategis yang terus didorong OJK bersama seluruh pemangku kepentingan sektor jasa keuangan.

“Upaya peningkatan literasi dan inklusif keuangan adalah agenda strategis yang terus didorong oleh OJK bersama seluruh pemangku kepentingan sektor jasa keuangan,” kata dia.

Ia memaparkan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 yang diselenggarakan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46 persen, sementara tingkat inklusi keuangan nasional berada pada angka 80,51 persen.

“Sedangkan survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2024 yabg diselenggarakan oleh OJK bersama BPS, tingkat literasi keuangan nasional sebesar 66,46%, sementara tingkat inklusif keuangan nasional mencapai 80,51%,” jelas Arif.

Baca Juga: 
BSI Fest Ramadan 2026 di Makassar Hadirkan Diskon Umrah hingga Rp4 Juta dan Ragam Promo Syariah

Namun demikian, apabila dilihat lebih spesifik pada sektor keuangan syariah, capaian tersebut masih menunjukkan tantangan yang cukup besar. Hasil survei menunjukkan indeks literasi perbankan syariah berada pada angka 43,42 persen, sementara indeks inklusi perbankan syariah baru mencapai 13,41 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat kemauan masyarakat terhadap bank syariah terus mengalami peningkatan, pemanfaatan produk keuangan syariah masih memiliki ruang yang sangat besar untuk terus dikembangkan,” terangnya.

Arif menambahkan, kinerja perbankan syariah secara umum menunjukkan tren yang positif.

Dalam konteks tersebut, keberadaan BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas akses layanan keuangan syariah kepada masyarakat.

“Kami berharap BSI terus mebjadi motor penggerak dalam perkembangan ekosistem ekonomi syariah melalui peningkatan kualitas pelayanan, inovssi produk serta berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat,” tutupnya.

SulawesiPos.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai penyelenggaraan BSI Fest Ramadan 2026 memberikan kontribusi positif dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Kegiatan ini dinilai mampu menghadirkan pendekatan edukasi yang relevan dengan kebutuhan publik, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Arif Machfoed, menyebut kegiatan seperti BSI Fest Ramadan merupakan inisiatif yang patut diapresiasi.

“Kegiatan ini sangat inisiatif dan sangat positif karena mampu menghadirkan sebuah ruangan yang menghadirkan nilai finansial, nilai sosial, dan nilai spiritual dalam satu rangkaian kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya dalam momentum bulan suci Ramadan,” ujarnya dalam pembukaan BSI Fest Ramadan di Trans Studio Mall (TSM), Makassar, Kamis (12/3/2026).

Menurut OJK, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai sosial, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi keuangan syariah yang efektif bagi masyarakat.

Baca Juga: 
BSI Fest Ramadan 2026 di Makassar Hadirkan Diskon Umrah hingga Rp4 Juta dan Ragam Promo Syariah

OJK memandang bahwa kegiatan seperti tidak hanya menjadi sarana silaturahmi dan penguatan nilai-nilai sosial namun juga menjadi wadah yg efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait perbankan syariah

Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan agenda strategis yang terus didorong OJK bersama seluruh pemangku kepentingan sektor jasa keuangan.

“Upaya peningkatan literasi dan inklusif keuangan adalah agenda strategis yang terus didorong oleh OJK bersama seluruh pemangku kepentingan sektor jasa keuangan,” kata dia.

Ia memaparkan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 yang diselenggarakan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46 persen, sementara tingkat inklusi keuangan nasional berada pada angka 80,51 persen.

“Sedangkan survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2024 yabg diselenggarakan oleh OJK bersama BPS, tingkat literasi keuangan nasional sebesar 66,46%, sementara tingkat inklusif keuangan nasional mencapai 80,51%,” jelas Arif.

Baca Juga: 
Bupati Bone Apresiasi Program Bone Berhaji BSI, Dorong Masyarakat Rencanakan Ibadah Haji Sejak Dini

Namun demikian, apabila dilihat lebih spesifik pada sektor keuangan syariah, capaian tersebut masih menunjukkan tantangan yang cukup besar. Hasil survei menunjukkan indeks literasi perbankan syariah berada pada angka 43,42 persen, sementara indeks inklusi perbankan syariah baru mencapai 13,41 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat kemauan masyarakat terhadap bank syariah terus mengalami peningkatan, pemanfaatan produk keuangan syariah masih memiliki ruang yang sangat besar untuk terus dikembangkan,” terangnya.

Arif menambahkan, kinerja perbankan syariah secara umum menunjukkan tren yang positif.

Dalam konteks tersebut, keberadaan BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas akses layanan keuangan syariah kepada masyarakat.

“Kami berharap BSI terus mebjadi motor penggerak dalam perkembangan ekosistem ekonomi syariah melalui peningkatan kualitas pelayanan, inovssi produk serta berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat,” tutupnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru